24 September 2017

Berita Golkar - Wakil Ketua MPR RI H. Mahyudin ST., MM menyampaikan pengantar dan membuka acara sosialisasi Empat Pilar MPR RI kepada ratusan santri/pemuda yang tergabung dalam Syabab Hidayatullah Kalimantan Timur.

Acara ini juga dihadiri oleh anggota MPR RI, Dr. Ir. Hetifah Sjaifudian, MPP (fraksi Golkar), H. Syaharie Jaang SH, MSi. (Walikota Samarinda), Brigjen TNI Idham Waroihan S.Sos (Dandrem 091/ASN) serta DWP Syabab Hidayatullah Kalimantan Timur dan para undangan lainnya di Kampus Peradaban Hidayatullah Samarinda, Kalimantan Timur, Jumat (22/9).

Di depan para peserta sosialisasi yang terdiri dari para santri/pemuda, Mahyudin menjelaskan panjang lebar mengenai apa itu Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), apa fungsi dan tugas-tugasnya. Selain memiliki tugas-tugas konstitusional, jelas Mahyudin, MPR sebagai lembaga negara juga mempunyai tugas menyosialisasikan Empat Pilar MPR RI ((Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika), sesuai perintah UU No. 17 Tahun 2014 tentang MD3 (MPR, DPR, DPD, dan DPRD) kepada masyarakat.

"Empat Pilar MPR RI telah mempersatukan Indonesia sebagai negara besar yang terdiri dari ribuan pulau, suku, budaya, dan bahasa. Karena kita punya Pancasila sebagai perekat bangsa yang majemuk ini. Masyarakat seharusnya menyadari itu. Masyarakat harus memahami Pancasila sebagai ideologi," imbuhnya.

Mahyudin menjelaskan kepada para peserta sosialisasi, bangsa Indonesia saat ini sedang menghadapi tiga ancaman yaitu korupsi, narkoba, dan radikalisme.

"Mari sepakat bahwa korupsi harus diperangi bersama, agar bangsa Indoneia mau maju dan sepertinya sekarang ini korupsi sudah menjadi budaya. Korupsi terjadi baik di pusat maupun daerah. Kita harus melawan bersama-sama karena itu telah memecah belah bangsa," imbuhnya.

Untuk menghadapi tiga masalah dan tantangan Indonesia itu, Mahyudin juga mengajak agar Empat Pilar MPR RI menjadi panutan dalam kehidupan keseharian. [jpnn]

fokus berita : #Mahyudin


Kategori Berita Golkar Lainnya