14 November 2017

Berita Golkar - Partai Golongan Karya (Golkar) berpeluang besar memenangkan Pilkada serentak 2018 mendatang. CEO Indo Barometer; Muhammad Qodari menyebutkan Pilkada serentak bakal digelar di 171 provinsi, kabupaten dan kota. Di 29 daerah, Partai Golkar bisa mengusung calonnya sendiri tanpa koalisi, karena perolehan kursi di atas 20 persen dalam pemilihan legislatif (pileg).

Sedangkan, lanjut Qodari, di 125 daerah, Partai Golkar harus berkoalisi dengan partai lain dalam mengusung calon maupun wakilnya, karena perolehan kursi di bawah 20 persen namun di atas 10 persen dalam pileg. Sisanya, sebanyak 17 daerah, Partai Golkar hanya sebagai pendukung pasangan calon, karena perolehan kursi dibawah 10 persen.

"29 daerah yang 20 persen dikonversi menjadi 17 persen. Dan 125 daerah yang diantara 10-20 persen itu dikonversi menjadi 73 persen. Total 90 persen. Itulah peluang kemenangan Golkar di pilkada 2018," ujar Qodari dalam Diskusi Politik bertema "Mengukur Peluang Calon Kepala Daerah Partai Golkar Pada Kontestasi Pilkada 2018" yang dilaksanakan Praja Muda Beringin (PMB) di Kopi Oey, Jakarta Selatan, Selasa (14/11/17).

Menurut Qodari, hitung-hitungan ini masuk akal dan sudah disampaikan ke pimpinan DPP Partai Golkar. "Syaratnya yang utama, Internal Golkar solid!" kata Qodari. Selain memprioritaskan calon yang memiliki popularitas dan elektabilitas tinggi, juga harus diperhatikan logistik dan mesin politik. Tanpa itu, Qodari sebut kekalahan di depan mata.

Lebih lanjut, Qodari melihat dari pertarungan pemilihan gubernur di 17 provinsi, Golkar memiliki banyak calon unggul. Sebut saja, Ridwan Kamil, Khofifah, Arsyadjuliandi Rachman, Nurdin Halid hingga Sudikerta. "Dari pilgub yang akan diikuti di 2018, Saya prediksi akan dimenangkan Golkar 70 persen. Sedangkan 30 persennya kalah" pungkas Qodari. [kontributor Jakarta]

fokus berita :


Kategori Berita Golkar Lainnya