13 Februari 2018

Berita Golkar - Kenaikan nilai cukai produk rokok tidak serta merta mengurangi jumlah konsumen rokok di masyarakat. Begitu dikatakan Wakil Ketua Badan Legislatif (Baleg) DPR RI, Firman Soebagyo menyikapi wacana Menteri Keuangan Sri Mulyani menaikkan nilai cukai rokok di Gedung Nusantara II, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (12/1/18).

Firman menyebut kenaikan cukai rokok justru memicu maraknya peredaran rokok ilegal di masyarakat. Hal ini sudah berkali-kali dikeluhkan pelaku usaha produksi rokok lokal. "Dengan cukai tinggi, justru yang akan itu masuk rokok asing, penyelundupan dan sebagainya, itu yang dikeluh kesahkan oleh pelaku usaha," jelasnya.

Firman bahkan menilai saat ini pemerintah sudah bergantung pada nilai cukai rokok sebagai salah satu pendapatan negara. Hal ini berbeda dari tujuan awal penarikan pajak rokok yaang merupakan olahan tembakau. "Dalam konsep pemerintahan ini kan cukai menjadi alat penekan produksi supaya tidak naik, tetapi sekarang berbalik cukai itu menjadi salah satu target penerimaan negara," paparnya.

Dari pada terus berpikir dengan menaikan nilai cukai lalu dapat mengurangi konsumsi rokok, Firman menyarakan untuk mencari solusi lain. "Jangan dinaikkan lagi, kita cari alternatif lain lah," tukasnya. [rmol]

fokus berita : #Firman Soebagyo


Kategori Berita Golkar Lainnya