13 Maret 2018

Berita Golkar - Wakil Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Meutya Hafid, meminta TNI untuk segera mengeluarkan pernyataan resmi ihwal kecelakaan alat utama sistem pertahanan (Alutsista) mereka. Hal ini menyusul tenggelamnya Kapal Motor Cepat (KMC) AD-16-05 milik Kodam Jaya di perairan Kepulauan Seribu Senin, (12/3) siang sekitar pukul 11.00 tadi.

“Harus ada penjelasan, harus dijawab secara cepat. Sampai saat ini kita belum mendengar, dan harusnya ada penjelasan dari Mabes TNI atau TNI AD secara cepat,” jelas Meutya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin petang tadi.

Menurut dia, sejumlah kecelekaan yang terjadi pada alutsista TNI akan berdampak pada kepercayaan publik terhadap sistem pertahanan. Jika terjadi beruntun maka otomatis menurunkan tingkat kepercayaan publik. “Jangan hal ini terlampau sering dilihat oleh publik dan menjadi biasa sehingga kepercayaan kepada institusi TNI dan sistem pertahanan kita menjadi kurang di mata masyarakat,” tambah politisi Golkar ini.

Meutya meminta pendataan ulang semua alutsista milik TNI. Sebab pada uji kepatutan dan kelayakan beberapa waktu lalu, Panglima TNI telah berjanji untuk melakukan koordinasi dengan semua matra angkatan. “Salah satunya, mengevaluasi peta alutsista di masing-masing matra. Ini saat yang tepat untuk dievaluasi, misalnya berapa kapal yang kita punya, berapa tank yang kita punya sekaligus apakah layak dan aman dipakai. Ini saatnya evaluasi total perlengkapan atau alutsista yang ada,” tutup dia.

KMC AD-16-05 milik Kodam Jaya tenggelam di Perairan Kepulauan Seribu. Kapal yang mengangkut 65 personil Kodam Jaya itu berangkat ke Pulau Pramuka dalam rangka kegiatan bakti sosial. Beruntung tak ada korban dalam insiden tersebut.

Sebelum insiden ini, pada 10 Maret lalu, tank dari kesatuan Batalyon Infanteri 412/Bharata Eka Sakti Purworejo juga sempat terguling di Sungai Bogowonto, Purworejo. Tank tersebut sedang membawa siswa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Seorang prajurit TNI dan seorang guru meninggal akibat kejadian tersebut.[gatra]

fokus berita : #Meutya Hafid


Kategori Berita Golkar Lainnya