13 Maret 2018

Berita Golkar Wakil Presiden Jusuf Kalla mengaku tak tahu bahwa Menteri Sekretaris Negara Pratikno memimpin tim internal bentukan Presiden Joko Widodo, yang menggodok kriteria kandidat calon wakil presiden. "Saya belum tahu, saya belum tahu," kata JK usai meninjau Posyandu Permata Bunda Keluraha Manahan, Kecamatan Banjarsari, Surakarta, Senin, 12 Maret 2018.

Sejumlah petinggi partai politik pendukung Jokowi sebelumnya mengatakan Pratikno akan memimpin kelompok yang melibatkan beberapa gelintir anggota tim dari kalangan profesional dan kelompok masyarakat.

Ketua DPP Partai Hanura, Dossy Iskandar Prasetyo, mengatakan Pratikno tak hanya dipilih Jokowi sebagai orang terdekatnya selama ini. "Dia (Pratikno) akademisi dan teknokrat yang dengan segala pengalamannya matang menangani tim untuk urusan ini," kata Dossy seperti ditulis Koran Tempo edisi Senin, 12 Maret 2018.

Hal senada diutarakan Ketua DPP PDI Perjuangan Hendrawan Supratikno; Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan Arsul Sani; dan Wakil Koordinator Bidang Pratama Partai Golkar yang juga Ketua Dewan Perwakilan Rakyat, Bambang Soesatyo. Namun mereka belum mengetahui detail nama anggota tim yang dimaksud.

Menurut Hendrawan, tim yang dipimpin Pratikno tak melibatkan kader partai. Yang jelas, kata dia, lingkup internal PDI Perjuangan juga tetap mengkaji calon pendamping Jokowi yang akan diputuskan oleh Ketua Umum Megawati Soekarnoputri. "Tunggu saja," kata Hendrawan.

Keberadaan tim internal ini diungkapkan Jokowi, Selasa dua pekan lalu. "Baru dalam proses pematangan, penggodokan, mengenai kriteria. Belum berbicara mengenai siapanya," kata Jokowi saat itu. Dia kembali melontarkan pernyataan serupa, Rabu pekan lalu.

Selama ini Pratikno dikenal sebagai tangan kanan Jokowi. Nama pria 56 tahun kelahiran Bojonegoro, Jawa Timur, ini mencuat ketika mengawaki tim sinkronisasi program pada masa transisi menjelang pemerintahan Jokowi pada 2014. Sejauh ini lima partai telah berikrar untuk kembali mencalonkan Jokowi, yakni PDI Perjuangan, Golkar, NasDem, Hanura, dan Partai Persatuan Pembangunan.

Elektabilitas Jokowi mengungguli Prabowo Subianto, yang diperkirakan akan kembali menjadi pesaing terkuatnya. Sigi sejumlah lembaga survei menunjukkan elektabilitas inkumben berkisar 40-50 persen. Namun posisi tersebut dinilai belum cukup aman bagi Jokowi, sehingga diperlukan sosok calon wakil presiden yang dapat memastikan kemenangan pada 2019.

Arsul Sani mengklaim partainya telah menyetor sejumlah kriteria calon wakil presiden ke tim yang dibesut Pratikno. "Nanti Presiden juga akan mengumpulkan partai untuk finalisasi," ujarnya.[tempo]

fokus berita : #Jusuf Kalla


Kategori Berita Golkar Lainnya