12 Mei 2018

Berita Golkar - Menteri Sosial (Mensos) Idrus Marham mencanangkan Kampung Siaga Bencana (KSB) di Provinisi Bengkulu yang dipusatkan di Lapangan Tugu Merdeka Kampung, persis di samping menara pemantau tsunami atau view tower. "Bencana tidak bisa dihindari, karena itu masyarakat harus siaga setiap saat," kata Idrus saat pengarahan dan pencanangan KSB di Kota Bengkulu, Jumat (11/5/2018).

Politikus Golkar asal Sidrap ini mengatakan, KSB merupakan sarana penanggulangan bencana berbasis masyarakat yang diprakarsai oleh Kementerian Sosial. Secara nasional, KSB dibentuk di 567 lokasi, sedangkan di Bengkulu terdapat di 25 lokasi.

Selain pencanangan KSB, kunjungan kerja sehari Mensos ke Bengkulu juga untuk menyerahkan bantuan sosial bagi penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) triwulan pertama 2018. "Kami titip bantuan dari pemerintah untuk dipergunakan sebaik mungkin," kata Idrus di hadapan 500 keluarga penerima manfaat PKH yang hadir di Balai Semarak, Kota Bengkulu.

Sebanyak 10 orang ibu rumah tangga penerima manfaat program PKH menerima secara simbolis bantuan sosial yang sudah ditransfer ke rekening masing-masing Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Setiap keluarga mendapat dana bantuan sosial Rp1,9 juta per tahun yang dibagi empat termin, yakni triwulan pertama hingga empat. Idrus mengatakan, bantuan sosial tersebut diharapkan membantu keluarga kurang mampu untuk lepas dari kemiskinan.

Dalam kesempatan itu, seorang penerima PKH, Yuyun Safitri warga Kelurahan Anggut memberikan kesaksian tentang manfaat yang diterimanya dari PKH. Dana tersebut dipergunakan Yuyun untuk memulai usaha rumah tangga skala kecil yakni pembuatan oleh-oleh makanan khas Bengkulu. "Kini kami sudah bisa mandiri dan mampu menyewa ruko untuk berjualan produk yang kami buat dan sudah mempekerjakan seorang karyawan," kata Yuyun.

Sementara penerima manfaat lainnya, Meri Gustini warga Kelurahan Panorama Kota Bengkulu mengatakan bantuan sosial tersebut dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan sekolah ketiga anaknya. "Dari bantuan ini saya sudah bisa menguliahkan anak sulung hingga selesai baru-baru ini diwisuda," kata Meri. Penerima manfaat PKH sejak 2012 ini masih menerima bantuan tersebut untuk membantu menyelesaikan pendidikan dua anaknya yang lain.

Menanggapi kesaksian Yuyun tersebut, Idrus pun menyampaikan apresiasinya dan meminta keluarga penerima manfaat lainnya menjadikan pengalaman Yuyun dan keluarganya sebagai inspirasi. Pemerintah memulai PKH sejak 2007 sebagai upaya percepatan penanggulangan kemiskinan.

Program ini membuka akses keluarga miskin terutama ibu hamil dan anak untuk memanfaatkan berbagai fasilitas layanan kesehatan (faskes) dan fasilitas layanan pendidikan (fasdik) yang tersedia di sekitar mereka. Manfaat PKH juga mulai didorong untuk mencakup penyandang disabilitas dan lanjut usia dengan mempertahankan taraf kesejahteraan sosialnya sesuai dengan amanat konstitusi dan Nawacita Presiden RI. [rilis]

fokus berita : #Idrus Marham


Kategori Berita Golkar Lainnya