15 Mei 2018

Berita Golkar - Koordinator Tim Pemantau Otonomi Khusus (Otsus) Aceh, H Firmandez, meminta pemerintah pusat dan pemerintah Aceh untuk memperkuat infrastruktur lembaga pendidikan dayah di Aceh, sebagai penyokong pelaksanaan syariat Islam, serta benteng mencegah paham radikalisme.

“Dayah sebagai lembaga pendidikan agama, harus dikuatkan, tentu untuk itu infrastrukturnya juga harus ditingkatkan, baik itu asrama bagi santri dan santriwanti, maupun sara pendukung proses belajar mengajar,” harap Firmandez, Selasa, (15/5/2018).

Menurut anggota DPR RI dari daerah pemilihan (dapil) Aceh 2 ini, Aceh sebagai daerah Syariat Islam harus menjadi pilot projek tentang syariat. Keberadaan lembaga dayah mampu memberikan pemahaman yang benar tentang agama, sehingga bisa mencegah munculnya paham radikal dan terorisme.

“Aceh sebagai bekas daerah konflik, bisa saja dimanfaatkan orang-orang tidak bertanggung jawab untuk menyebarkan paham radikal. Makanya kita minta peran lembaga dayah diperkuat untuk mencegah ini. Pemerintah harus menjadikan syariat Islam di Aceh sebagai contoh, bagaimana Islam sesungguhnya yang rahmatan lil almin,” lanjut Firmandez.

Selain itu kata Firmandez, Syariat Islam di Aceh adalah amanah undang-undang, untuk itu pemerintah pusat harus membangun infrastruktur penguatan syariat Islam di Aceh dengan baik, karena kalau hanya mengandalkan anggaran daerah (APBN) tidak akan maksimal.

“Pemerintah pusat harus mengalokasikan anggaran dari APBN khusus untuk peningkatan infrastuktur syariah di Aceh. Pemerintah Aceh sendiri juga harus mengalokasikan sebagian dana Otsus untuk penguatan syariat Islam sebagai kekhususan Aceh,” pungkas Firmandez. [kontributor Aceh]

fokus berita : #Firmandez


Kategori Berita Golkar Lainnya