11 Agustus 2017

Berita Golkar - Wakil Ketua Dewan Pakar Partai Golkar, Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto, meminta Ketua Umum DPP Partai Golkar yang juga Ketua DPR RI, Setya Novanto, untuk mundur dari jabatannya di parlemen. Ini terkait penetapan tersangka Setya Novanto oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas kasus korupsi proyek pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP).

Pernyataan tersebut disampaikan Titiek usai bertemu Ketua Gerakan Muda Partai Golkar (GMPG) Ahmad Doli Kurnia di Gedung Granadi, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (11/8/2017). "Untuk kebaikan Golkar ke depan dan untuk menjaga marwah DPR, saya mengharapkan agar Ketua DPR (Setya Novanto) bisa berbesar hati mengundurkan diri," kata Titiek.

Menurut Titiek, dengan mundur dari jabatan yang diemban saat ini, Novanto bisa fokus menyelesaikan kasus yang menjeratnya. "Supaya Pak Novanto bisa fokus menyelesaikan masalah hukumnya dan saya rasa beliau bisa membuktikan kalau beliau tidak bersalah," kata putri Presiden ke-2 RI Soeharto itu.

Menurutnya, Novanto tak perlu khawatir untuk melepas jabatannya. Hal itu teruji ketika lolos dari kasus "Papa minta saham," ia kembali duduk di kursi Ketua DPR. "Tentunya beliau bisa masuk lagi (kembali menjabat). Di Indonesia ini hanya satu orang (Novanto) yang tahu bagaimana untuk duduk (kembali) sebagai ketua DPR RI," kata Titiek.

Sementara, Doli menilai pergantian ketua umum partai perlu segera dilakukan. Langkah ini demi menjaga nama baik Partai Golkar. Oleh karena itu, sebagai Ketua GMPG, dirinya terus berupaya menemui sejumlah tokoh Partai Golkar. "Kami rencana datangi tokoh-tokoh dan senior. Setelah kami ke DPP, kami ke salah satu pimpinan dewan pakar. Apa yang kami lakukan selama ini tujuannya menyelamatkan Partai Golkar," kata Doli.

Setya Novanto sendiri sudah membantah keterlibatannya dalam kasus korupsi e-KTP. Adapun, pimpinan DPR tidak akan mempermasalahkan posisi Novanto hingga kasus hukumnya inkrah. [Kontributor Jakarta]

fokus berita : #Titiek Soeharto #Setya Novanto


Kategori Berita Golkar Lainnya