18 Agustus 2017

7 langkah blunder Ketua DPD I Partai Golkar Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi dalam upaya memperoleh rekomendasi Cagub/ Cawagub dari DPP Partai Golkar.

1. Melakukan penjajagan koalisi dengan PDIP Perjuangan yang notabene akan menjadi beban dalam Pilgub Jabar karena “Ahok Effect”.

2. Merekrut konsultan komunikasi/ media sosial yang notabene para buzzer Ahokers, tentunya akan jadi bulan-bulanan pasukan Moslem Cyber Army (MCA) di dunia maya.

3. Mengeluarkan surat edaran instruksional ke seluruh DPD II Partai Golkar se-Jabar yang sifatnya memaksa berkoalisi dengan PDI Perjuangan sehingga menimbulkan resistensi.

4. Jajaran Pengurus DPD I Partai Golkar Jabar mengeluarkan pernyataan yng membela membabi buta Dedi Mulyadi padahal surat rekomendasi DPP Partai Golkar belum turun.

5. Menutup peluang munculnya kader-kader muda terbaik Golkar dalam bursa calon gubernur (cagub)/ calon wakil gubernur (cawagub) Jabar.

6. Pencitraan yang tidak relevan cenderung lebay di media sosial dengan gaya yang nyeleneh, seperti: belepotan lumpur di sawah dll.

7. Mengeluarkan pernyataan yang menyakitkan hati rakyat Indonesia, yaitu memuji kolonialisme Belanda di saat suasana Kemerdekaan.

Sumber: akun twitter @AlitZabidi milik Fungsionaris Golkar Jawa Barat, Aktivis WAG Praja Muda Beringin (PMB); Khalid Zabidi.

fokus berita :


Kategori Berita Golkar Lainnya