29 Januari 2017

Penyebaran Hoax di Indonesia khususnya terkait pemilihan kepala daerah (pilkada) langsung 2017 semakim menguatirkan. Tidak hanya lewat artikel, foto, meme dan video, kini hoax pun disebar lewat skrinsut WhatsApp (WA) palsu. Sebenarnya hal ini sudah lama berlangsung sejak pertengahan tahun lalu, dimulai dari beredarnya isi WA tentang SBY sebagai dalang makar hingga terkait rekayasa survey 3 lembaga yang diatur memenangkan Ahok. Terakhir, yang sangat menggemparkan adalah fitnah percakapan mesum antara Habib Rizieq dan Firza Husein.

Wasekjen PP AMPG; Achmad Annama prihatin dengan penyebaran hoax yang semakin merajalela. "Penyebaran hoax di Indonesia sudah mencapai klimaks. Hoax bukan lagi sekedar lelucon untuk memberikan informasi palsu atau penyebaran fakta yang keliru tapi sudah menembus ranah pribadi; fitnah!" kata Anam, panggilan akrabnya yang juga Ketua DPP Pemuda LIRA ini. Anam mengajak semua generasi muda semakin cerdas dalam mewaspadai hoax. "Jangan sembarangan menyebar. Pastikan infonya valid, sumbernya terpercaya dan cek-ricek dengan mesin pencari. Hindari latah atau ikut-ikutan" kata Anam memberikan tips singkat.

Terkait hoax SBY, Burhan Muhtadi dan terakhir Firza Husein, Anam juga meyakini ketiganya palsu. "Entah kenapa saya punya keyakinan ketiganya rekayasa. SBY dalang makar, Burhan rekayasa survei, Habib Rizieq selingkuh? Palsu!" kata Wakil Ketua Depidar SOKSI DKI Jakarta ini. Menurutnya, di toko aplikasi daring (playstore), sudah banyak aplikasi yang dapat membuat isi WA palsu. "Banyak di toko aplikasi daring punya Android atau Apple. Tujuannya tentu saja untuk gurauan semata. Tiga diantaranya itu WhatsFakeApp, Fake Chat Simulator dan Yazzy" Anam membocorkan. Tapi, Anam menghimbau jangan menggunakan aplikasi tersebut untuk menambah keruh media sosial.

Menurut Tenaga Ahli Wakil Ketua MPR ini, ketiga aplikasi itu setelah diunduh memiliki tampilan dan fitur yang hampir sama dengan aplikasi WhatsApp (WA) Asli. Selain dapat membuat parcakapan atau obrolan palsu, aplikasi ini juga dapat seakan-akan saling mengirim file media. "Begitu miripnya dengan aplikasi asli WA bahkan kita tidak hanya terlihat obrolannya, tapi juga bisa dibuat seakan saling kirim foto, suara ataupun video palsu" pungkasnya. Bahkan menurut Anam tersedia juga opsi menyunting status kiriman pesan (sent, delivered, dan read message) yang diterima WA asli.

fokus berita :


Kategori Berita Golkar Lainnya