21 April 2017

Berita Golkar - Kekalahan pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Syaiful Hidayat sebagai calon gubernur dan wakil gubernur yang didukung dalam Pilkada DKI Jakarta menjadi pukulan telak bagi Golkar DKI Jakarta dibawah kepemimpinan Fayakhun Andriadi. Kepengurusan yang hingga kini belum juga dilantik Setya Novanto tersebut dinilai fungsionaris Partai Golkar Jakarta Selatan; Khalid Zabidi telah gagal total.

Berbeda dengan pengurus DPD I propinsi lain yang ada pemilihan bupati dan walikota, DKI Jakarta hanya memiliki pemilihan gubernur. Kelima walikota dan satu bupati akan ditunjuk langsung oleh Gubernur terpilih. "Karena Golkar DKI dukung Ahok, lalu Ahoknya kalah, praktis Golkar DKI kalah 100% alias gagal total" ujar Khalid. Seperti diketahui, hitung cepat berbagai lembaga dan sistem SITUNG milik KPUD DKI Jakarta menunjukkan kemenangan mutlak pasangan Anies-Sandi.

Menurut Khalid, kepengurusan Golkar DKI tidak menunjukkan keseriusannya seperti upaya keras yang ditunjukkan DPP Golkar dalam mendukung Ahok. "Sudah selayaknya, Ketua dan seluruh jajaran DPD I Golkar DKI mengakui kegagalannya dan menyatakan mundur sebagai bentuk pertanggungjawaban moril" pungkas Khalid tegas. Selanjutnya, menurut Khalid, DPP bisa menunjuk pengurus pusat yang dinilai memiliki kapasitas dan kapabilitas memulihkan moral kader sebagai pelaksana tugas. [kontributor Jakarta]

fokus berita : #Khalid Zabidi


Kategori Berita Golkar Lainnya