Firman Soebagyo Dorong Evaluasi MBG dan Perkuat Gerakan Gemarikan untuk Lawan Stunting di Pati

Berita GolkarAnggota Komisi IV DPR RI, Firman Soebagyo kembali memusatkan perhatiannya pada peningkatan gizi masyarakat Kabupaten Pati melalui rangkaian Safari Gemarikan yang digelar di sejumlah desa.

Meski kini berdomisili dan banyak berkegiatan di Jakarta, Firman menunjukkan komitmen kuat terhadap pembangunan daerah kelahirannya dengan turun langsung menemui masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, balita stunting, hingga keluarga kurang mampu.

Gerakan besar ini menyasar berbagai kecamatan, mulai dari Desa Gunungsari di Kecamatan Batangan, Desa Cengkal Sewu di Kecamatan Sukolilo, hingga Desa Bumiayu di Kecamatan Wedarijaksa.

Melalui program yang dijalankan bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tersebut, setiap desa menerima 500 paket bantuan berisi olahan pangan ikan sebagai stimulus agar masyarakat semakin terbiasa mengkonsumsi protein hewani yang lebih mudah dijangkau. Bagi Firman, langkah ini bukan sekadar pembagian bantuan, tetapi sebuah intervensi jangka panjang untuk menekan angka stunting di Pati.

Dalam keterangannya, Firman yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia ini menegaskan bahwa peningkatan konsumsi ikan merupakan langkah strategis pemerintah untuk menekan angka stunting.

“Ini adalah program berkesinambungan pemerintah untuk memotivasi masyarakat agar gemar makan ikan. Sasarannya anak-anak dan ibu hamil, karena pertumbuhan anak diawali asupan gizi tinggi dan protein. Protein tidak harus dari daging sapi yang mungkin kurang terjangkau, tetapi bisa dari ikan,” ujar politisi senior Partai Golkar tersebut.

Ia menambahkan bahwa potensi perikanan Pati adalah modal besar yang harus dimanfaatkan dengan baik untuk memperkuat ketahanan gizi masyarakat. “Ke depan, pemerintah juga akan menyiapkan program pendukung seperti budidaya ikan yang difasilitasi dari bibit, benih, pakan hingga manajemen yang baik. Semua ini untuk memperkuat peningkatan gizi masyarakat,” tambahnya.

Firman juga menyampaikan bahwa program ini tidak berhenti pada bantuan semata, tetapi didesain untuk mendorong perubahan kebiasaan konsumsi rumah tangga. “Program ini merupakan program stimulus yang diharapkan setelah diberikan, ibu-ibu rumah tangga menyadari pentingnya asupan makanan yang bergizi bagi keluarga,” tutur Firman yang juga Wakil Ketua Fraksi Partai Golkar MPR RI ini.

Ia menjelaskan bahwa konsumsi ikan memiliki dampak besar terhadap kesehatan, kecerdasan otak, hingga pencegahan stunting. “Kabupaten Pati ini bukan sentra peternakan, tetapi penghasil ikan yang besar di Jawa Tengah. Oleh karenanya, program ini sangat tepat,” terang Firman.

Terkait program nasional seperti Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Firman juga menyoroti perlunya evaluasi lanjutan. Ia berpandangan, program yang menjadi andalan Presiden Prabowo ini baik, namun dalam tataran pelaksanaannya, masih butuh perbaikan di berbagai sisi. Lebih jauh Firman meminta pemerintah melibatkan ibu-ibu PKK di tingkat desa dalam pelaksanaan program MBG.

“Meskipun kami tetap meminta kepada pemerintah agar ada evaluasi, karena masih kita temukan program makan bergizi yang belum memenuhi apa yang diharapkan oleh Bapak Presiden. Kalau saya pribadi mengusulkan melibatkan ibu-ibu PKK di tingkat desa sampai kecamatan karena itu mungkin jauh lebih efektif sehingga bisa menekan terjadinya kemungkinan keracunan,” usulnya.

Rangkaian kegiatan ini turut dihadiri berbagai pihak, termasuk Ketua DPC Partai Golkar Kabupaten Pati, Endah Sri Wahyuningati (Bu Ning), unsur Forkopimcam, serta perangkat desa di masing-masing lokasi. Bu Ning menegaskan dukungan penuh Partai Golkar terhadap upaya peningkatan kualitas gizi masyarakat.

“Ini adalah wujud keseriusan Partai Golkar dalam mendukung program pemerintah. Kegiatan seperti ini akan terus dilakukan di seluruh wilayah di Kabupaten Pati,” katanya.

Dari sisi pemerintah daerah, apresiasi juga datang dari Kepala DKP Pati, Hadi Santosa, yang menilai program ini selaras dengan kampanye nasional untuk membentuk Generasi Emas 2045.

“Kita berterima kasih pada Pak Firman Soebagyo sebagai anggota DPR Pusat. Masyarakat Pati bisa menikmati ikan yang banyak proteinnya untuk tubuh. Terutama untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan juga anak-anak. Jadi ini memang bagus sekali dan semoga program ini bisa berlanjut dan bisa dinikmati oleh seluruh warga masyarakat Pati,” ujarnya.

Kepala Desa Bumiayu, Karyadi, juga memberikan testimoni mengenai besarnya kebutuhan masyarakat di desanya terhadap dukungan protein ikan.

“Terima kasih untuk program dari Bapak Firman Soebagyo dan KKP ini, karena mayoritas masyarakat Bumiayu memang membutuhkan dukungan untuk makan ikan. Hari ini ada 500 paket bantuan, dan Insya Allah mencukupi. Data penerima manfaat untuk kategori fakir miskin jumlahnya 380, ditambah kategori stunting semuanya total hampir 480 yang terdata di kami,” ungkap Karyadi.

Program ini pun menghadirkan dampak langsung bagi masyarakat, seperti yang dirasakan Erna, salah satu penerima manfaat. “Saya berusaha menyajikan ikan lebih sering karena proteinnya bagus sehingga anak semakin menyukainya,” ungkap Erna sambil menggandeng anaknya yang masih balita.

Secara keseluruhan, rangkaian Safari Gemarikan yang digerakkan Firman Soebagyo menghadirkan pesan penting bahwa peningkatan gizi dimulai dari kebiasaan sederhana: membudayakan makan ikan. Dengan sinergi antara pemerintah pusat, DPR RI, pemerintah daerah, dan Partai Golkar, program ini diharapkan menjadi gerakan berkelanjutan yang membentuk generasi Pati yang lebih sehat, kuat, dan siap menyongsong masa depan bangsa.

Leave a Reply