22 Juni 2019

Berita Golkar - Partai Golkar bakal menyelenggaran musyawarah nasional (Munas) pada Desember 2019. Selain membahas strategi partai, hajatan besar itu juga akan beragendakan pemilihan ketua umum (Ketum).

Politikus Partai Golkar, Yorrys Raweyai mengatakan, ada sejumlah kader mumpuni yang potensial menggantikan Airlangga Hartanto. Salah satunya adalah Ketua DPR Bambang Soesatyo alias Bamsoet yang dinilai punya banyak pengalaman.

Baca Juga: Suara Golkar Makin Tergerus Di Kalangan Pemilih Milenial

“Artinya dia termasuk senior, sekarang punya posisi strategis dan dia sebagai sebagai seorang aktivis, merakyat, ke mana-mana dia lihat. Politik kan punya itu. Kesempatan ada di situ,” ujar Yorrys dalam diskusi di kawasan Menteng, Jakarta, Sabtu (22/6).

Selain Bamsoet, beberapa kader lain dinilai juga punya peluang sama. Sebut saja Aziz Syamsuddin, Zainudin Amali, dan Agus Gumiwang.

Menurut Yorrys, mereka berpeluang menggantikan posisi Airlangga Hartarto. “Tokoh-tokoh semua yang punya kompetensi lah. Tinggal bagaimana daerah memilih,” katanya.

Yorrys pun berharap, para kader potensial ini bisa membawa partai berlambang pohon beringin itu ke arah lebih baik. Misalnya, pragmatisnya yakni memenangkan pemilu-pemilu berikutnya.

“Kepemimpinan mampu berpikir jauh ke depan, punya strategi ke depan, dan secara kolektif bukan individual. Jadi, bukan hanya berfokus pada ketua umum saja,” ungkapnya.

Yorrys menyoroti penurunan perolehan kursi Partai Golkar pada pemilu 2019, yang hanya mendapatkan 85 kursi di DPR. Padahal di pemilu 2014, partai bernuansa kuning ini mendapatkan 91 kursi.

“Padahal ada penambahan dapil 15 di DPR, tapi di Pemilu ini Golkar hanya memperoleh 85 kursi di DPR,” jelasnya.

Baca Juga: Keresahan Internal Golkar Di Bawah Kepemimpinan Airlangga Hartarto

Yorrys menegaskan, Partai Golkar perlu serius mempersiapkan diri menghadapi 2024. Sebab, target 110 kursi DPR yang diinginkan oleh Airlangga Hartarto sebagai Ketum Partai Golkar gagal diwujudkan pada tahun ini.

“Airlangga bilang targetnya 110 kursi. Karena itu saya bilang ke dia (Airlangga) realistis saja sambil melihat dinamika politik,” pungkasnya. [jawapos]

fokus berita : #Yorrys Raweyai


Kategori Berita Golkar Lainnya