22 Juni 2019

Berita Golkar - Partai Golkar kembali memanas, wacana percepatan Munas yang diinisiasi oleh Barisan Pemuda Partai Golkar (BPPG) pada beberapa waktu lalu kini mulai menuai respon dari berbagai pihak internal partai.

Fungsionaris muda Golkar Dian Assafri, yang juga menjabat sebagai Sekjend Gema KOSGORO juga ikut buka suara terkait polemik yang terjadi pada partai berlambang beringin tersebut. 

Baca Juga: Kaum Muda Dorong Munas Golkar Dipercepat, Ini Alasannya

“Ini salah satu bukti bahwa figur Airlangga sebagai orang nomor satu di partai golkar sudah runtuh, golkar itu partai yang sangat realistis dan kritis dalam memberikan penilaian, karena parameternya adalah kinerja dan prestasi, saya rasa apa yang disuarakan oleh teman teman yang mendesak Munas untuk segera digelar adalah hal yang sangat wajar dan pasti menuai banyak dukungan”paparnya.

Dian Assafri melanjutkan, saat ini DPP Partai Golkar semestinya segera melakukan tahapan organisasi seperti Rapimnas agar kejelasan kapan waktu Munas akan digelar tidak berubah menjadi polemik yang berkepanjangan.

“Desember itu setau saya hanya klaim saja, DPP tidak bisa menentukan waktu Munas dengan dasar adu opini dan kepentingan perorangan, harus diputuskan bersama dalam Rapimnas sebagai Sarana pengambilan keputusan tertinggi dibawah Munas itu sendiri” sambung Dian.

“Kita semua tau bahwa tidak ada satupun klausul pada munaslub 2017 kemarin yang menyepakati waktu Munas adalah Desember, yang ada adalah masa bhakti kepengurusan Airlangga selesai di tahun 2019 ini” terangnya.

Saat menanggapi kesiapan Airlangga untuk maju kembali dalam Munas nanti Dian kembali menambahkan

“Ya lucu juga sebenarnya, Munasnya belum ditentukan tapi sudah mencalonkan diri lagi, ditambah saat kondisi partai terpuruk seperti saat ini, beliau malah berambisi untuk pencapresan 2024, seharusnya pak Airlangga tau diri lah” tutup dian

Sebelumnya hal senada juga sempat disuarakan oleh politisi senior Yorris Raweyai, ia mengatakan harusnya Airlangga legowo karena telah gagal membawa Golkar mendapatkan capaian target 110 kursi atau minimal mempertahankan pencapaian pada Pemilu lalu.

“Percepatan itu mekanisme gampang, ada aturan baku, Kalau Anda tanya saya pribadi (Munas) harus segera, itu konsekuensi saya ada dalam barisan ini kita harus ksatria. Dulu ada capaian target 110, minimal bertahan 91. Kalau gagal, harus legowo dan ksatria dong” kata Yorrys di diskusi ‘Beringin Bergoyang Lagi’ di Gado-gado Boplo, Jakarta Pusat, Sabtu (22/06/2019). wartalika.id]

fokus berita : #Dian Assafri


Kategori Berita Golkar Lainnya