09 Juli 2019

Berita Golkar - Partai Golkar telah menyodorkan nama calon menteri ke meja Presiden Joko Widodo. Tidak tanggung-tanggung, ada sepuluh nama yang diajukan.

’’Dengar-dengar nama itu sudah disampaikan Pak Ketua Umum (Airlangga Hartarto, Red) ke Pak Jokowi,” kata Wakil Koordinator Bidang Pratama Partai Golkar Bambang Soesatyo, Senin (8/7).

Baca Juga: Pengamat Nilai Caketum Golkar Perlu Kantongi Restu Jokowi Untuk Menang

Kabar tersebut, kata dia, sudah beredar di lingkungan fungsionaris DPP Golkar. Siapa saja mereka? Bamsoet tidak mau mengungkapkan. ’’Yang pasti dari sepuluh nama itu, dua orang saya dukung seribu persen,” ujar Bamsoet.

Yang dimaksud adalah Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dan Menteri Sosial (Mensos) Agus Gumiwang Kartasasmita. ’’Karena beliau berdua kinerjanya bagus. Layak dipertahankan,” imbuhnya.

Bamsoet tidak memungkiri, dari sepuluh nama yang diajukan, di antaranya ada juga yang tergolong figur muda. Salah satunya Meutya Hafid. Perempuan 41 tahun itu kini menjabat ketua bappilu bidang media dan opini Partai Golkar. Dia optimistis akan banyak sosok-sosok muda yang menjadi pembantu presiden untuk periode 2019-2024 nanti. ’’Namun, sangat tergantung kebutuhan Pak Jokowi ,” tambahnya.

Sementara itu, Pengamat Politik UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto mengingatkan bahwa menteri muda tidak boleh sekadar menjadi simbol. Simbol yang dimaksud adalah angka, yakni yang berusia muda. Dalam arti sekadar memenuhi keinginan presiden untuk memiliki kabinet berisi tokoh milenial.

Lebih dari itu, calon menteri milenial harus layak secara substantif. Dia harus memenuhi sejumlah syarat untuk bisa dipertimbangkan sebagai menteri, yang akan mengemban tugas yang begitu kompleks. "Dia harus punya basis kompetensi. ’Terutama di leading sector yang dibutuhkan oleh Pak Jokowi,’’ terangnya kemarin.

Baca Juga: Hindari Simpang Siur Jadwal Munas, Bambang Soesatyo Minta DPP Gelar Pleno

Bagi Gun Gun, mengangkat menteri muda pada prinsipnya tidak menjadi soal. Sebab, sejumlah negara juga bisa dikatakan cukup berhasil dengan menteri mudanya. Sebut saja UAE yang memiliki menpora dengan usia 22 tahun. belum lagi Malaysia yang menporanya berusia 25 tahun saat dilantik. Bahkan, Selandia baru saat ini dipimpin Perdana Menteri di bawah 40 tahun, Jacinda Ardern yang usianya 38 tahun.

Bila Jokowi sampai blunder dalam mengambil menteri muda, kemusian di-reshuffle di tengah jalan karena kinerjanya kurang baik, akan jadi preseden buruk. Tidak hanya bagi Jokowi, namun yang utama bagi anak-anak muda secara keseluruhan. ’’Itu akan mengganggu persepsi publik atas migrasi anak-anak muda ke jalur formal politik di jabatan strategis seperti menteri,’’ lanjutnya. [jpnn]

fokus berita : #Bambang Soesatyo


Kategori Berita Golkar Lainnya