13 Juli 2019

Berita Golkar - Kota Malang menargetkan menjadi smart city pada 2020 mendatang. Berbagai upaya untuk menuju kota cerdas pun sudah dilakukan. Mulai dari pembenahan layanan publik hingga digitalisasi serta pemanfaatan teknologi.

Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko mengatakan, sebagaimana sering disampaikan Wali Kota Malang Sutiaji selama ini, 2020 Kota Malang harus sudah menjadi smart city. Salah satu bentuk kesungguhan itu adalah melalui dibentuknya Dewan Smart City. Dimana di dalamnya menggabungkan berbagai elemen yaitu kekuatan pentahelix.

Baca Juga: Didesak Pecat Oknum Guru Cabul Di SDN Kauman, Ini Tanggapan Sofyan Edi Jarwoko

"Yakni komponen A (Akademi), B (Buisness), C (Community), G (Government) dan M (Media)," ujar pria yang akrab disapa Bung Edi itu.

Dia juga menegaskan jika smart city tidak melulu pada teknologi saja. Meski dalam perjalannya teknologi harus terus diperkuat untuk kepentingan layanan publik dan pemerintahan. Karena selain teknologi, komponen terpenting yang tak boleh ditinggalkan adalah pelayanan terbaik kepada masyarakat. Kemudian mampu membangun satu sistem dalam penanganan permasalahan beserta solusinya secara efektif dan efisien.

"Artinya layanan harus terus dimaksimalkan," imbuh suami Ny. Elly Sofyan Edi Jarwoko itu.

Pria berkacamata itu juga menegaskan banyak elemen dari sebuah smart city, seperti smart living, smart enviroment, smart economic, smart social, namun diinfokan Bung Edi, bahwa Pemkot Malang saat ini berfokus dulu pada smart goverment.

Untuk memperkuat Kota Malang sebagai smart city, pria yang akrab disapa Bung Edi itu pun menghadiri Rating Kota Cerdas Indonesia (RKCI) yang kini digelar untuk ke tiga kalinya. Forum itu pun juga mempertemukan seluruh Wali Kota dan Wakil Wali Kota se Indonesia dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Pertemuan berlangsung di Istana Wakil Presiden RI, Jakarta (12/7/2019).

"Ini acara yang sangat penting sekaligus krusial dan strategis untuk memantabkan Kota Malang sebagai smart city," ungkapnya.

Lebih jauh politisi Golkar itu menyampaikan, dari hasil forum ia mendapat beberapa informasi penting untuk dikembangkan sebuah daerah sebagai smart city. Pertama sebagai media evaluasi bagi kota yang menjalankan inisiatif smart city. Poin ke dua adalah untuk mengetahui kelemahan dan kekuatan yang dimiliki kota.

Selanjutnya poin ke tiga untuk mendapatkan gambaran posisi suatu kota terhadap kota lain dalam hal smart city. Terakhir atau poin ke empat adalah mengetahui kesenjangan kondisi saat ini dengan kondisi yang diidealkan sebagai bahan acuan untuk menyusun road map smart city.

Sebelumnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam sambutannya menegaskan, smart city adalah satu keniscayaan yang harus dilakukan setiap daerah. Terlebih urban begitu bergerak sangat cepat dan dinamis, tentu itu harus diikuti oleh kesiapan sumber daya. Baik sumber daya di bidang transportasi, kesehatan, pendidikan serta yang lainnya.

"Dan itu diperlukan sebuah solusi yang cerdas," katanya.

Konsep atau paradigma smart city, lanjutnya, hadir untuk menjawab tantangan tersebut. Satu diantaranya seperti memanfaatkan secara maksimal keberadaan perguruan tinggi. Selain itu juga harus mencerminkan diri sebagai kota dengan kepemimpinan yang cerdas dan berani.

"Dan saya juga perlu ingatkan, tipologi kota itu berbeda, jadi jangan jadikan luar negeri sebagai patokan. Jangan study banding ke luar negeri. Apeksi harus jadi wadah untuk saling berbagi," urainya.

Baca Juga: Kota Malang Masih Dihantui Kemacetan, Ini Solusi Jitu Sofyan Edy Jarwoko

Sebagai informasi, RKCI digelar pertama kali pada 2015, dan selanjutnya digelar dwi tahunan. Tahun ini, kegiatan teesebut memasuki tahun ke tiga. Event ini digelar atas kerjasama kolaborasi antara Asosiasi Pemerintah Kota Se Indonesia (Apeksi), Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Asosiasi Prakarsa Indonesia Cerdas (APIC).

Sementara itu, hadir mendampingi Wapres JK dalam pembukaan kegiatan itu adalah Mendagri Tjahjo Kumolo dan Men PAN RB Syafruddin dan Rektor ITB Kadardah Suryadi. Hadir pula Ketua Dewan Apeksi Airin Rahmi Dyani dan Walikota/Wawali se Indonesia. [batutimes]

fokus berita : #Sofyan Edy Jarwoko


Kategori Berita Golkar Lainnya