04 Agustus 2019

Berita Golkar - Menteri Sosial (Mensos) Agus Gumiwang Kartasasmita, Sabtu (3/8) mengunjungi warga terdampak gempa bumi di Kabupaten Pandeglang, Banten.

Politisi Partai Golkar itu memberikan bantuan, antara lain bahan bangunan kepada warga yang rumahnya mengalami kerusakan.

Dalam kunjungannya, Agus meninjau langsung beberapa rumah warga di Desa Panjang Jaya, Kecamatan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang. Antara lain ke rumah Marsani, warga setempat.

Baca Juga: Mensos Agus Gumiwang Sambut Baik Advokasi KPPG Terkait Kasus Dokter Romi Ismael

Rumah Marsani roboh akibat gempa. Kepada Agus, Marsani dan istrinya, Salinah menceritakan detik-detik rumah- nya ambruk pasca gempa.

“Saat gempa saya sedang bermain dengan cucu saya, Fahri (10 bulan). Ada anak saya juga. Tiba-tiba gempa, kami lari ke luar. Tidak lama dari itu, atap rumah berjatuhan dan tem- boknya rubuh,” ungkap Salinah lirih.

Marsina dan Salinah berprofesi sebagai petani. Keduanya kini mengungsi ke rumah salah satu anaknya yang tidak jauh dari rumahnya. Salinah menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diberikan pemerintah.

“Alhamdulillah terima kasih atas bantuan dan perhatian Pak Menteri,” tuturnya. Agus menerangkan, bantuan bangunan rumah (BBR) yang diberikan pihaknya berupa uang yang akan disalurkan secara non tunai melalui perbankan dengan peruntukan untuk membeli bahan bangunan rumah.

Teknis pemberian bantuan, lanjut Agus, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang nanti akan melakukan pendataan terhadap rumah warga yang mengalami kerusakan.

“Nanti data itu nanti akan diajukan ke Kemensos untuk diverifikasi dan divalidasi sebelum bantuan ditransfer ke rekenin penerima,” terangnya.

Berdasarkan Permensos nomor 4 Tahun 2015 tentang Bantuan Langsung Berupa Uang Tunai Bagi Korban Bencana, besarnya bantuan dibagi menjadi tiga.

Bantuan untuk rumah rusak ringan antara Rp 1 juta sampai 5 juta. Bantuan untuk rumah rusak sedang antara Rp 5,5 juta sampai 10 juta.

Sedangkan bantuan untuk rumah rusak berat mulai dari Rp 10,5 juta sampai 25 juta. Kriteria bangunan rusak ringan yaitu rumah korban bencana masih layak dihuni tetapi perlu mendapat perbaikan.

Bangunan rusak sedang yakni rumah korban bencana masih dapat dihuni dan mengalami kerusakan. Sedangkan bangunan rusak berat yakni rumah sudah tidak bisa dihuni.

Selain bangunan rumah, Agus mengungkapkan, pihaknya akan memberikan santunan ahli waris bagi korban bencana gempa bumi Banten yang meninggal dunia.

Data sementara tercatat ada 3 orang korban meninggal karena kelelahan saat proses evakuasi ke titik aman. Besarnya santunan untuk setiap korban meninggal adalah Rp 15 juta diserahkan kepada ahli waris.

Dalam kesempatan ini, Agus juga menyerahkan ban- tuan secara simbolis kepada Pemkab Pandeglang sebesar Rp 240.935.000. Bantuan itu diterima Bupati Pandeglang Irna Narulita.

Bantuan itu terdiri dari 500 tenda gulung, 500 lembar selimut, 800 makanan siap saji, 300 paket lauk pauk, 20 boks Perlengkapan Keluarga, dan 20 ribu bungkus mie instan.

Ikut mendampingi Mensos, Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Harry Hikmat, Staf khusus Menteri Sosial Neil Iskandar dan Febri Hendri, Kepala Biro Hubungan Masyarakat Sonny W Manalu dan Direktur Perlindungan Korban Bencana Alam Rachmat Koesnadi.

Seperti diketahui, telah terjadi gempa magnitudo 6.9 pada pukul 19.03 WIB dengan lokasi 147 kilo meter (km) dari barat daya Sumur, Banten. [rmco.id]

fokus berita : #Agus Gumiwang Kartasasmita


Kategori Berita Golkar Lainnya