15 Agustus 2019

Berita Golkar - Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD DKI Jakarta, Ashraf Ali tak mempersoalkan rencana Pemprov DKI melakukan upacara bendera HUT Kemerdekaan RI ke-74 di Pantai Maju atau Pulau D. Menurutnya yang terpenting adalah upacara dilakukan di wilayah Jakarta.

Baca Juga: Fraksi Golkar DPRD DKI Tak Masalah Kapan Wagub Baru Dipilih

Untuk diketahui, Pemprov DKI Jakarta akan melaksanakan upacara bendera HUT Kemerdekaan RI ke-74 di pulau reklamasi Teluk Jakarta. Sebanyak 4 ribu ASN akan dibawa ke pulau reklamasi ini dengan menggunakan 75 bus yang disiapkan Pemprov DKI Jakarta.

"Itu masih wilayah Jakarta. Masih wilayah Provinsi DKI Jakarta. Terserah Pak Gubernur, terserah Pemda mau di melaksanakan di mana; di IRTI, Lapangan Banteng, mau di Jakarta Timur di Cakung, Jakarta Utara, boleh saja kalau soal lokasi. Itu kan kebijakan pemerintah. Kalau kita bikin di Depok itu yang enggak tepat," jelasnya dihubungi, Kamis (15/8).

Dia mengatakan, tak perlu menyoroti dan memperhitungkan soal biaya operasional untuk mengangkut ribuan ASN ke Pulau D. Apalagi yang digunakan untuk mengangkut para ASN adalah bus milik Pemprov DKI. Menurutnya tak elok memperhitungkan biaya karena ini menyangkut upacara kemerdekaan tanah air.

"Untuk kemerdekaan republik ini masa kita enggak menghargai? Masa biaya diperhitungkan? Ini kan hari sakral, hari kemerdekaan," ujarnya.

Dia pun meminta lokasi upacara bendera ini tak lagi diperdebatkan dan dipermasalahkan. Dia mengajak agar semua pihak memaknai perayaan HUT Kemerdekaan dengan menghargai dan menghormati para pahlawan bangsa. Dia pun meminta kebijakan Anies Baswedan jangan dihubungkan dengan persoalan politik.

"Enggak usah dipermasalahkan lah. Ini kebijakan gubernur ada yang menilai begini, begitu. Jangan dihubungkan dengan persoalan politik. Fraksi Golkar prinsipnya dalam konteks kemerdekaan ini bergembira dan bersyukur kita bisa merasakan udara kemerdekaan di republik ini dan mendoakan para pahlawan yang telah gugur. Kita isi kemerdekaan ini dengan kegiatan yang betul-betul kita memberikan kontribusi untuk bangsa dan negara," jelasnya.

Ashraf mengaku belum mendapat undangan terkait upacara di Pulau D. Saat mengonfirmasi ke bagian protokol, yang diundang hanya pimpinan DPRD dan pimpinan komisi. Sedangkan tak ada undangan untuk pimpinan fraksi.

"Pimpinan fraksi dan anggota enggak diundang. Ya enggak apa-apa. Kita bisa apel di manapun," tutupnya.

Sebelumnya Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo juga menanggapi lokasi upacar Pemprov DKI Jakarta. Dia mengatakan kepala daerah berhak menentukam lokasi upacara bendera.

"Masing-masing gubernur, walikota punya hak untuk menentukan lokasi di mana upacara bendera dalam rangka 17 Agustus. Di manapun sepanjang itu wilayah lingkup provinsi, kabupaten, kota. Kemendagri tidak ikut campur. Masalah tempat itu hak Pak Gubernur," jelasnya.

Sementara itu, para ASN menyambut baik lokasi upacara HUT RI tahun ini. Miftah, ASN di Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi DKI Jakarta mengaku bangga bisa apel di lokasi berbeda tiap tahunnya.

"Bagi kita satu kebanggaan ketika kita mengadakan upacara di berbeda tempat. Yang biasanya kita mengadakan upacara di IRTI, tahun 2018 di Lapangan Banteng dan sekarang 2019 kita mengadakan di Pulau Maju di Jakarta Utara," jelasnya di Balai Kota, Kamis (15/8).

Jarak tempuh tak menjadi soal. Apalagi disediakan kendaraan oleh Pemprov DKI.

"Itu (jarak tempuh) tidak kendala karena persiapan untuk pelaksanaan kegiatan ini sudah dipersiapkan dengan matang oleh seluruh SKPD yang terkait," kata Kepala Seksi Penyadaran dan Kerjasama Lembaga ini.

Suhu udara yang lebih panas mengingat lokasi di dekat pantai menurutnya juga bukan hal yang perlu dipersoalkan. Upacara dimulai sekitar pukul 07.00 sehingga tak terlalu panas.

"Itu kan masih pagi ya. Kurang lebih pukul 07.00 kita akan melaksanakan jadi tidak begitu panas," ujarnya.

"Bagaimanapun ini suatu kebanggaan bagi kita," tutupnya.

Lokasi upacara juga tak menjadi persoalan bagi anggota Paskibra DKI Jakarta 2019, Sabrina Shafwa. Dia mengaku bangga karena angkatannya yang pertama melaksanakan upacara di pulau reklamasi.

Baca Juga: Ganjil Genap Diperluas, Fraksi Golkar Soroti Integrasi Transportasi DKI Jakarta

"Saya sih bangga ya karena angkatan saya menjadi angkatan yang pertama mengibarkan bendera di pulau reklamasi. Jadi menurut saya tidak ada halangan yang sulit untuk mengibarkan bendera di pulau reklamasi," kata dia.

Saat latihan, Sabrina mengaku tak ada kendala. Bahkan latihan di pulau tersebut berlangsung seru. Sebelumnya para Paskibra berlatih di lapangan IRTI Monas dan baru sepekan belakangan ini mulai berlatih di Pulau D. [merdeka]

fokus berita : #Ashraf Ali


Kategori Berita Golkar Lainnya