01 September 2017

Hindari Polemik, Agung Laksono Akui Pemecatan Ahmad Doli Wewenang DPP

Berita Golkar - Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Agung Laksono berharap keputusan DPP Partai Golkar yang memecat kader muda Ahmad Doli Kurnia tidak menimbulkan polemik internal yang berkelanjutan. "Saya harap tidak usah, tidak perlu memperbesar persoalan ini. Semoga bisa selesai dengan baik agar soliditas kekompakan tetap terjaga, karena banyak pekerjaan besar lainnya," kata Agung saat dihubungi, Jumat (1/9).

Agung berkata, pemecatan kepada Doli sepenuhnya hak dan kewenangan pengurus DPP Partai Golkar. Meski, pada awalnya Agung menyatakan kurang setuju atas langkah pemecatan itu.

Salah satu alasannya adalah karena prosedur yang ditempuh pengurus DPP Partai Golkar saat memecat Doli. Sebab, kata Agung, saat mengetahui isu itu, dia langsung memanggil Doli untuk mengklarifikasi.

"Dia bilang saya (Doli) tidak pernah diundang tidak pernah diminta datang. Terus saya sampaikan ke Pak (Setya) Novanto maupun Idrus (Marham) setelah salat Iduladha," katanya.

Agung mengaku sempat menegur Idrus terkait pemecatan itu. Idrus kemudian menjelaskan Doli sudah pernah dipanggil pengurus DPP bahkan sampai ditawarkan jabatan. Dari konfirmasi ke Idrus itu, ia melanjutkan, Doli disebut telah melanggar kesepakatan hasil rapat pleno terkait penyelenggaraan Munaslub akibat status tersangka Setya Novanto.

Hal itu ditambah dengan langkah Doli yang menimbulkan masalah baru di internal karena mengaitkan kasus Setya dengan Ketua Mahkamah Agung Hatta Ali saat bertemu di sidang doktoral kader Golkar, Adies Kadir di Surabaya.

"Saya sebenarnya wallahu alam tapi itulah kata Pak Idrus pada saya. Jadi kata dia atas dasar itu semua kami tidak melanggar aturan Pak Agung, kami tidak melanggar prosedur, karena sudah diingatkan, tertulis, maupun diundang secara lisan untuk bertemu," ujarnya.

Meski Agung mengaku bingung dengan kebenaran antara versi Doli dan Idrus, dia berharap agar persoalan ini segera tuntas dengan komunikasi masing-masing pihak. Dia menilai Dewan Pakar Partai Golkar tidak perlu turun tangan untuk melakukan mediasi karena dianggap bisa diselesaikan secara personal.

"Yang penting buat saya kewenangan itu emang digunakan jangan sewenang-wenang dan bisa dipahami, cepat diambil dan kemudian pada waktunya kalau dipandang untuk bersatu kembali kan lebih baik," kata Agung.

Di sisi lain, anggota Gerakan Muda Partai Golkar Misbach Soim Haris mengatakan, pihaknya tetap melanjutkan agenda gerakan #GolkarBersih meski Doli telah dipecat.

Dia menilai, pemecatan Doli merupakan bentuk keangkuhan dan tindakan kesewenang-wenangan pengurus Partai Golkar pimpinan Setya Novanto yang ingin menjaga citra negatif partai.

"Kami tetap bertekad untuk terus berjuang melanjutkan agenda-agenda kami, demi tegaknya keadilan dan kebenaran, melawan ketidakadilan dan kesewenang-wenangan," kata Misbach dalam keterangannya hari ini kepada wartawan.

Sebelumnya, Partai Golkar resmi memecat kadernya yang menjadi motor penggerak Generasi Muda Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia, karena dinilai telah melanggar aturan. Salah satunya terkait pelibatan lembaga lain dalam pertemuan antara Setya Novanto dengan Ketua Mahkamah Agung Hatta Ali.

Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham mengatakan, pelibatan lembaga lain seperti KPK, MA dan KY seharusnya tidak dilakukan. Sebab pertemuan antara Setya dengan Hatta disebut terjadi dalam sidang doktoral politikus Golkar Adies Kadir. Sebelum dipecat, Sekjen Partai Golkar itu mengklaim telah mengirim surat peringatan terlebih dulu kepada Doli. Namun, surat peringatan itu tidak diindahkan.

 

 

fokus berita : #Agung Laksono