09 September 2019

Berita Golkar - Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Sulawesi Selatan, Muhammad Risman Pasigai (MRP) memenuhi panggilan Polda Sulsel, Senin (9/9/2019).

MRP dipanggil penyidik untuk memberikan keterangan sekaitan insiden yang terjadi di Musda Golkar Sulsel belum lama ini.

Terkait hal tersebut, Risman kepada Tribun mengakui hal tersebut.

Baca Juga: Risman Pasigai Tuding Pengacau Musda Golkar Sulsel Kiriman Rusdin Abdullah

"Tadi siang diminta klarifikasi. Saya diundang untuk klarifikasi atas laporan Rusdin," kata Risman kepada Tribun, Senin (9/9/2019).

Sebelumnya, Risman Pasigai diminta segera meminta maaf atas pernyataannya di arena Musda DPD I Partai Golkar Sulsel, Jumat (26/7/2019) siang.

"Kami ultimatum 2×24 jam agar Risman Pasigai minta maaf secara terbuka melalui media," tegas Tim Hukum Rusdin Abdullah, Muhammad Bazra dalam rilis yang diterima Tribun, Jumat (26/7/2019) malam.

Diketahui, Risman Pasigai menuding Rudal akronim nama Rusdin Abdullah dibalik kericuhan Musda Golkar Sulsel di Novotel Shayla, Makassar.

Selain Muh Bazra, mereka yang tergabung dalam Tim Hukum Rudal di antaranya Jhon Ardiansyah dan Sulaiman Syamsuddin. Ketiganya menyebut Risman bicara tanpa dasar.

"Karena pernyataan tersebut tanpa dasar dan mencemarkan nama baik yang bersangkutan. Makanya harus minta maaf," jelas Bazra.

Tim Hukum Rudal pun mengancam membawa kasus tersebut ke ranah hukum jika Risman tidak meminta maaf.

Risman kata Sulaiman, patut diduga melanggar pasal 27 ayat 3 Undang-undang nomor 11 tahun 2008 tentang ITE.

"Ini bisa berdampak hukum sebab dalam peryataannya juga mengandung ujaran kebencian," katanya.

Kericuhan terjadi saat sejumlah kader dan simpatisan Partai Golkar di antaranya, Wakil Sekretaris Bappilu Golkar Makassar, Hamzah Abdullah diusir dari arena musda.

Panitia musda terusik dengan hadirnya pembagian selebaran di arena musda. Aksi saling dorong tak terhindarkan. Kejadian tersebut saat Plt Ketua DPD I Golkar Sulsel, Nurdin Halid, memberikan sambutan.

Hamzah menyebut, pelaksana Musda tidak berdasarkan pada Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) Nomor 05/2016. Dalam Juklak itu diatur bahwa kepanitiaan terbentuk 15 hari kerja hingga pelaksanaan musda.

Antas insiden itu, Ketua Panitia Musda Golkar Sulsel M Risman Pasigai menuding dibalik kericuhan Musda itu adalah Rusdin Abdullah.

"Ini adalah kadernya Rusdin Abdullah yang datang mau mengacaukan musyawarah daerah DPD I Golkar Sulsel," kata Risman kepada awak media usai kejadian tersebut.

Risman Pasigai bahkan sangat begitu yakin apa yang dilakukan Hamzah di arena musda adalah suruhan mantan Ketua HIPMI Sulsel Rusdin Abdullah.

"Kami himbau kepada Pak Rudal sebagai senior saya, sebagai Bendahara Golkar, kalau fair datang kesini. Jangan bikin ribut acara musda, ini bikin malu," lanjut Risman.

"Jadi sampaikan ke Pak Rudal, kalau fair datang Rudal-nya kesini, jangan suruh orang. Istri Pak Rudal itu caleg terpilih loh," katanya.  [tribunnews]

fokus berita : #Risman Pasigai


Kategori Berita Golkar Lainnya