18 September 2019

Berita Golkar - Tim Musa Ahmad dan Ardito Wijaya atau Dito Pairin mengambil berkas penjaringan bakal calon bupati dan wakil bupati penjaringan PDI Perjuangan Lampung Tengah.

Musa-Dito Pairin diwakili Sekretaris Golkar Lamteng Febriyantoni, anggota DPRD Fraksi Golkar Agus Suwandi, serta pengurus lainnya seperti Roni Ahwandi serta Maksum

Febriyantoni mengatakan, ia menyampaikan pesan Musa Ahmad dan Ardito Wijaya, keduanya ingin mengajak seluruh elemen di masyarakat dan partai politik dalam Pilkada Lamteng 2020 mendatang.

"Seluruh lapisan masyarakat secara bersama, ataupun partai politik supaya kita semua secara bersama-sama dalam membangun Lamteng ke depan," ujar Febriyantoni, Rabu, 18 September 2019

Febriyantoni berujar, PDI Perjuangan sebagai partai wong cilik memiliki kesamaan dengan keduanya, yakni melayani masyarakat Lampung Tengah sepenuh hati.

Ia yakin, dengan adanya komunikasi politik antar partai politik, maka akan semakin menambah hasanah dan dinamika perpolitikan di kabupaten bergelar Jurai Siwo itu.

"Kita ingin mencari pemimpin (Lamteng) yang akan bekerja untuk rakyat, yang akan mampu membuat kabupaten ini berjaya," imbuhnya.

Untuk pengembalian berkas ujarnya akan dilakukan besok, dan akan dilakukan langsung oleh Musa Ahmad dan Dito Pairin.

Dengan begitu, sosok yang sudah didukung oleh pengurus dan Kader Golkar Lamteng itu akan menjadi pasangan berikutnya yang mengembalikan berkas ke PDIP Lamteng, setelah sebelumnya dilakukan oleh Loekman Djoyosoemarto.

Penjaringan bakal calon bupati dan wkail Bupati Lamteng oleh PDI Perjuangan setempat, dibuka pada 13 September dan ditutup Rabu, 19 September besok.

Ketua Penjaringan Sumarsono menyatakan, PDI Perjuangan terbuka bagi siapa saja yang ingin melakukan registrasi pendaftaran.

Ia mengatakan, partai besutan Megawati Soekarnoputri itu mencari sosok dengan kriteria yang paham dengan kondisi Lamteng.

"PDIP mengedepankan demokrasi murni, siapa saja boleh mendaftar. Intinya dia (calon) harus dekat dengan rakyat dan bagaimana calon itu menjadikan rakyat sebagai subjek bukan objek," tandasnya.

Saat disinggung peluang Loekman Djoyosoemarto dalam mendapatkan rekomendasi, Sumarsono mengatakan semua pendaftar mendapat peluang sama.

Panitai penjaringan lanjut Sumarsono, akan melakukan tahapan survei kelayakan kepada setiap calon yang telah mendaftar.

"Walaupun beliau (Loekman) ketua (PDIP) tidk menutup kemungkinan rekomendasi bisa jatuh kecalon yang kain. Kita akan melakukan survei, melihat calon yang benar-benar dekat dengan rakyat," tandasnya.

Terkait registarasi pengambilan dan penyerahan berkas, PDIP lanjutnya tidak menutupi bahwa untuk administrasi berkas calon bupati dikenakan biaya Rp 20 juta, sementara untuk calon Wabup dikenakan biaya Rp 15 juta.

Sementara itu, Mohammad Maksum, Jurkam MUDA ini mengatakan, ini adalah salah satu bentuk keseriusan Musa-Dito untuk menjadi peserta Pilkada 2020 mendatang, sebagai penantang pertahanan Loekman Djoyosoemarto, maupun bakal calon yang lainnya.

"Kami hari ini fokus dulu untuk pendaftaran Bacabup dan Bacawabup dari Partai PDI Perjuangan. Masih ada beberapa proses berkas yang harus disiapkan sebelum formulir pendaftaran diserahkan. Rencana besok (Kamis 19 September 2019) berkas dikembalikan dan diserahkan oleh kedua pasangan Musa-Ardito," tegas mantan anggota DPRD Lamteng dari PPP ini.

Ia menambahkan, dalam penjaringan kali ini seyogyanya PDI Perjuangan bisa usung Musa Ahmad-Dito Pairin. Berkenang sejarah di Pilkada 2010, bahwasannya Musa Ahmad khususnya salah satu calon yang pernah diusung partai besutan Megawati Soekarno Putri itu. Selain itu, Sang ayah Ardito Wijaya Hi. Achmad Pairin di tahun 2015 pernah juga diusung oleh PDI-P.

"Jadi kami berharap, PDI-P harus benar-benar melihat dan memilih calon pemimpin yang diusung dengan kriteria yang diinginkan masyarakat Lamteng," kata Hi. Maksum. [saibumi]

fokus berita :


Kategori Berita Golkar Lainnya