19 September 2019

Berita Golkar - Fraksi Golkar menyelenggarakan forum diskusi dengan menghadirkan narasumber dari akademisi, masyarakat, dan media di Ruang Rapat Fraksi Golkar DPRD Jateng, Rabu (18/9/2019).

Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro, Nur Hidayat Sardini mengungkapkan indikator parlemen modern adalah penguatan transparansi dan penggunaan teknologi dalam setiap kegiatan anggota dewan.

Ia juga menekankan harus ada perubahan perilaku dan pemikiran (mindset) anggota parlemen.

"Menurut saya, saat ini sudah waktunya anggota dewan sering turun ke lapangan, menjumpai warganya, tidak hanya duduk di kantor," ucap pria yang juga menjabat Sekretaris Program Doktor Ilmu Sosial Undip itu.

Parlemen modern merupakan implementasi atas UU Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik di DPR.

Keterbukaan informasi tidak hanya soal kegiatan dewan, tetapi juga anggaran agar bisa dipertanggungjawabkan ke masyarakat.

Sementara, anggota Fraksi Golkar, Padmasari Mestikajati, menyoroti penggunaan media sosial Sekretariat Dewan yang belum maksimal menampilkan kegiatan dan kerja dewan.

"Saat ini, masyarakat tidak bisa jauh dari media sosial. Saya lihat medsos DPRD kurang menarik. Padahal, ini merupakan cara untuk memberitahu masyarakat," ucapnya.

Begitu juga dengan kanal laporan dari masyarakat yang ada laman DPRD yang dinilai tidak ada pembaruan atau update.

Meskipun demikian, ia menegaskan Fraksi Golkar mendukung penuh terbentuknya parlemen modern di DPRD Jateng.

"Buktinya, baru Fraksi Golkar yang pertama kali mengadakan diskusi publik seperti ini. Kami dukung sepenuhnya," tandas wakil rakyat dari daerah pemilihan Jateng V (Grobogan dan Blora).

Sementara, Sekretaris DPD Golkar Jateng, Ferry Wawan Cahyono yang juga Wakil Ketua DPRD Jateng, mengatakan parlemen modern tidak hanya dilihat dari sarana dan prasarana yang memiliki teknologi mumpuni.

"Tapi juga harus ada peningkatan pemikiran yang modern dan keterbukaan informasi," ucapnya.

Menurutnya, ada beberapa rekomendasi yang dihasilkan dari diskusi publik tersebut untuk segera ditindaklanjuti sebagai dukungan parlemen modern.

Pertama, dari segi instrumen atau sarana teknologi yang memiliki keefektifan dan kekuatan. Agar, masyarakat mengetahui semua kegiatan wakilnya di Gedung Berlian itu.

Lalu, membuka kanal komunikasi dua arah yang tak terbatas. Sehingga, masyarakat bisa wadul ke anggota dewan segala persoalan yang ada. Dewan pun mengetahui permasalahan di konstituennya.

Kedua, sikap dan mindset modern harus bersama- sama dibangun. Dengan begitu, ada kesepakatan apa saja yang harus dilakukan secara bersama- sama.

"Ini harus dituangkan dalam regulasi. Tidak hanya di tatib, tapi juga ke Kemendagri. Dalam regulasi bisa dituangkan bagaimana peran dan fungsi anggota dewan dalam parlemen modern," ujarnya.

Lalu, sarana dan prasarana teknologi informasi, bisa disiapkan seiring dengan pembangunan gedung baru yang rencananya akan dilakukan dalam waktu dekat ini. [tribunnews]

fokus berita :


Kategori Berita Golkar Lainnya