18 Oktober 2019

Berita Golkar - Kabinet Kerja Periode Pertama hampir habis. Pada 20 Oktober 2019 mendatang Presiden Terpilih Joko Widodo dan wakilnya Ma'ruf Amin dilantik. Para menteri yang menjabat saat ini pun akan berakhir. Setelah bekerja dalam beberapa waktu, tentu meninggalkan kesan.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto saat ditemui awak media pun turut ditanya mengenai suka-dukanya menjadi menteri. Bukannya menjawab pertanyaan itu, dia malah memamerkan kinerjanya sebagai menteri.

Baca Juga: Dijagokan Jadi Menko Perekonomian, Airlangga Enggan Berkomentar

 

"Ya kalau kita lihat dari data statistik terakhir itu kan kalau ekspor neraca perdagangan non migas itu positif US$ 4,6 miliar. Kemudian kalau kita lihat dari tingkat investasi bertumbuh dan apalagi kita baru menyelesaikan beberapa regulasi seperti tax holiday dengan aturan untuk super deduction yang inovatif. Nah ini juknis sedang kita tunggu," ujarnya di Hotel Westin, Jakarta, Kamis (17/10/2019).

Panjang lebar Airlangga juga menjabarkan terkait insentif yang telah dikeluarkannya untuk industri. Seperti dalam hal bekerjasama dengan Kementerian Keuangan untuk memberikan mini tax holiday atau libur bayar pajak untuk indistri padat karya.

Baca Juga: Lindungi Pendatang Saat Papua Rusuh, Mensos Beri Penghargaan Yason Yikwa dan Titus Kagoya

"Tentu kita harapkan industri padat karya menjadi bagian berkembang terutama terkait trade war. Nah kita melihat potensi industri padat karya terutama karena ada shifting order terutama dari Amerika ke negara-negara termasuk Indonesia yang secara ekonomi stabil secara politik kita stabil," terangnya.

Dia juga pamer telah berhasil menarik perusahaan perakit komponen iPhone asal Taiwan, Pegatron untuk memindahkan pabriknya dari China ke Indonesia. Batam menjadi lokasi yang dipilihnya. "Pegatron masuk di Batam itu kemarin mereka investasi US$ 40 juta target ekspor bisa sampai US$ 1 miliar," tambahnya. {finance.detik.com}

fokus berita : #Airlangga Hartarto


Kategori Berita Golkar Lainnya