28 Oktober 2019

Berita Golkar - Politisi Partai Golkar Nurul Arifin akan menjalani tugasnya sebagai anggota DPR RI di Komisi I yang membidangi pertahanan, luarnegeri, komunikasi dan informatika serta intelejen. Meski baru resmi menjalani tugas itu Selasa (29/10) mendatang, dirinya optimis keputusan partainya tak akan berubah hingga ditetapkan oleh Rapat Paripurna DPR RI.

"Memang dari awal keinginan saya di komisi I. Dulu di periode sebelumnya di komisi II, tapi pernah setahun di Komisi I. Saya pengen melanjutkan apa yang pernah saya dapat ilmunya.  Susunannya bisa berubah karena belum fix, tapi mudah-mudahan buat saya tidak berubah," ujarnya, di Imah Djoglo Kota Bandung (27/10).

Baca Juga: Hak Prerogatif Jokowi, Bamsoet Tak Masalah Banyaknya Jumlah Wamen di Kabinet

Baginya mitra kerja di komisi I terbilang menarik karena akan berhubungan dengan Kemenhan, Kemenlu, Kemenkominfo, BIN dan Wantannas, Dewan Pers dan KPI.

Terlepas dari itu, Nurul merasa ada perasaan prihatin atas situasi kebangsaan saat ini yang dinilainya mulai agak tercabik. Selain itu, dia memandang bangsa Indonesia punya PR besar tentang radikalisme yang saat ini sedang menjamur di berbagai kelompok.

"Itu yang membuat saya punya rasa tanggungjawab. Berangkat dari keberagaman yang ada di Indonesia,  kita sebagai bangsa punya nilai-nilai yang harus dijaga karena sudah jadi kesepakatan bersama, " tuturnya.

Baca Juga: Profil Meutya Hafid, Kader Perempuan Golkar Yang Ditunjuk Jadi Ketua Komisi I DPR

Perempuan kelahiran Bandung itu yakin kemajemukan seharusnya menjadi kekuatan bagi bangsa besar seperti Indonesia. "Apalagi besok (28/10) kita akan merayakan Sumpah Pemuda. Ini momentum yang sangat bagus buat mengingat bahwa kita semua adalah satu bangsa, satu bahasa dan satu tanah air, Indonesia," ujar Nurul.

Dia pun mengingatkan semua pihak untuk menjaga komitmen yang sudah dibangun oleh para pendahulu agar cita-cita  para pendiri bangsa dalam mewujudkan negara yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur segera terwujud.

Nurul yakin bahwa setiap warga negara seharusnya punya andil dan bersungguh-sungguh menjaga persatuan bangsa, pun demikian dengan dirinya.

Baca Juga: Iqbal Wibisono Sindir Wakil Menteri Itu Jatah Pejabat Karir Eselon 1

"Jadi kayaknya kontribusi saya sebagai satu individu tidak terlalu berarti diantara lautan manusia di republik ini. Tapi, tetep kita sebagai anak bangsa punya kewajiban untuk menjaga kebersamaan itu. Itulah kenapa saya pilih komisi I," terangnya.

Terkait perannya sebagai anggota DPR RI, perempuan berkacamata itu sangat konsern dengan permasalahan-permasalahan yang berpotensi mengganggu kedaulatan negara dan keutuhan bangsa. Untuk itu, Nurul mengaku akan membahas langkah-langkah antisipasinya dengan sesama anggota DPR RI, khusunya di Komisi I.

Baca Juga: Sektor Ekonomi Kabinet Indonesia Maju Dikuasai Kader Golkar

"Saya bagian dari 575 anggota parlemen di republik ini.  Jadi yang bisa saya lakukan adalah merumuskan dan memutuskan suatu kebijakan bersama teman-teman di parlemen," katanya.

Dia menambahkan, pengutan regulasi dan peningkatan pendidikan politik kepada masyarakat akan jadi bagian penting dari tugasnya sebagai wakil rakyat. "Dengan demikian regulasi yang kita buat bisa dipahami dan jadi pedoman bagi rakyat untuk menjaga dan mempertahankan NKRI," tandasnya. {www.rmoljabar.com}

fokus berita : #Nurul Arifin


Kategori Berita Golkar Lainnya