28 Oktober 2019

Berita Golkar - Nadiem Makarim telah resmi menjabat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) baru, dengan nomenklatur yang mencakup Pendidikan Tinggi (Dikti), dalam Kabinet Indonesia Maju. Anggota DPR Ferdiansyah menyarankan Mendikbud segera menjalin hubungan dan kerja sama yang baik dengan para pemangku kepentingan sektor pendidikan.

“Saya hanya berkomentar, mudah-mudahan Pak Menteri yang baru itu segera melakukan koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan, sehingga dia bisa menjawab kebutuhan di masyarakat dengan keinginan Presiden,” ujar Ferdi, sapaan akrabnya di Jakarta.

Penggabungan nomenklatur Pendidikan Tinggi ke dalam Kemendikbud, setelah sempat disatukan dengan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) pada 2014 membuat sektor pendidikan dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Pendidikan Dasar, Menengah, hingga Pendidikan tinggi terkonsentrasi menjadi satu. Menurut Ferdi dilansir situs DPR RI, hal ini bukan berarti akan berjalan tanpa hambatan.

Baca Juga: Bamsoet Ingatkan Para Menteri Segera Adaptasi Gaya Kerja Jokowi

“Kita punya pengalaman adanya pembagian antara Kemendikbud dan Kemenristekdikti. Karena itu, berdasarkan pengalaman itu memang pasti ada sedikit hambatan-hambatan dengan digabungkannya kembali antara pendidikan tinggi dan jenjang pendidikan dari PAUD, yang dulunya terpisah kini digabung lagi,” ungkap politisi Partai Golkar ini.

Meski demikian, lanjut dia, hambatan bisa diatasi dengan kembali melakukan koordinasi. Dia mengarisbawahi hal tersebut sebagai bagian yang kerap kali mudah dikatakan, namun ketika dilaksanakan sering menemui hambatan.

“Saya punya keyakinan, ini bisa berjalan tapi jangan terlalu lama. Seandainya ada penyesuaian, kami minta pada Pemerintah penyesuaian selama 3-4 bulan aja. Jangan lebih dari itu,” tambahnya.

Baca Juga: Agus Gumiwang Dorong Percepatan Pengoperasian Smelter Freeport di Gresik

SDM Unggul menjadi poin pertama yang disampaikan Presiden Jokowi saat resmi dilantik di hadapan Anggota MPR RI. Dengan demikian, pendidikan selayaknya menjadi prioritas utama bagi pemerintah.
Namun, Ferdi menyayangkan meski sudah menjadi prioritas utama, agenda pendidikan yang mengarah vokasi masih belum mendapatkan perhatian di masyarakat.

“Nampaknya ketika mengarah pada vokasi masih yang dianggap orang pemahamannya masih beda di masyarakat bahwa pendidikan vokasi itu tidak keren, pendidikan vokasi itu bukan sarjana, ini yang harus juga diberikan karena image masyarakat masih agak kurang pas mengenai pendidikan vokasi,” tandas Ferdi.

Untuk itu, dia menyarankan perlu adanya kampanye mengenai pendidikan vokasi guna meminimalisir kelemahan dan kekurangan yang saat ini belum optimal dijalankan pemerintah. “Padahal, untuk ke depannya dan saat ini sudah ada Sarjana Terapan, bahkan Profesor Terapan pun sudah ada, itu sebagai kebijakan DPR bersama Dikti saat itu,” pungkasnya. {www.arah.com}

fokus berita : #Ferdiansyah #Nadiem Makarim


Kategori Berita Golkar Lainnya