31 Oktober 2019

Berita Golkar - Anggota Komisi I DPR RI dari Partai Golkar, Christina Aryani mengatakan Komisi I DPR siap bekerja sama dengan Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto. Selain itu, mereka juga ingin mendengarkan rancangan kebijakan yang akan dijalankan Prabowo Subianto.

“Kami ingin melihat konsep pertahanan yang ditawarkan kabinet ini, khususnya dari Menhan,” kata Christina Aryani di Jakarta, Rabu, 30 Oktober 2019.

Menurut Christina Aryani, peningkatan kualitas pertahanan harus terus-menerus dilakukan. Bahkan, proses tersebut tidak boleh terlambat sedetik pun. “Kita tidak harus menunggu adanya ancaman nyata dulu baru meningkatkan pertahanan, terutama di daerah-daerah perbatasan,” ucapnya.

Baca Juga: Kini Jadi Mitra Kerja Komisi I, Nurul Arifin Kenang 10 Tahun Persahabatan Dengan Prabowo

Sementara, menurut Ketua Komisi I Meutya Hafid, sebagai Menhan Prabowo Subianto dinilai memiliki banyak PR yang harus diselesaikan. Salah satunya soal kekuatan pokok minimum (minimum essential force) atau penguatan alat utama sistem persenjataan (alutsista).

“Kita harapkan bisa selesai periode ini hingga 2024 sehingga pertahanan kita bisa punya efek getaran dan dihormati negara lain,” kata Meutya Hafid.

Ditegaskan Meutya, Prabowo Subianto juga diharapkan memperkuat industri pertahanan sehingga Indonesia mandiri dalam penyediaan alutsista. Bahkan, Prabowo juga diminta memperhatikan kesejahteraan prajurit.

“Masalah ini menjadi pekerjaan rumah yang belum mampu diselesaikan. Termasuk perumahan (prajurit),” tegas Meutya Hafid.

Baca Juga: Meutya Hafid, Jurnalis Gigih Yang Kini Jabat Ketua Komisi I DPR RI

Sedangkan, Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto saat memberikan pengarahan kepada pejabat utama TNI di Mabes TNI, di Cilangkap, Jakarta, Rabu, 30 Oktober 2019 kemarin, berkomitmen mendukung pemenuhan kebutuhan alutista TNI guna menjaga NKRI.

Selain itu, kedatangan Menhan yang juga Ketua Umum Partai Gerindra itu disambut Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto yang didampingi para kepala staf. Hadir juga Wakil Menhan Sakti Wahyu Trenggono dan Sekjen Kemenhan Laksdya Agus Setiadji.

Sebelum memberikan pengarahan yang diawali upacara jajar kehormatan, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto lebih dulu menerima paparan dari Panglima TNI dan para kepala staf terkait capaian program pembangunan kekuatan pokok minimum atau minimum essential force (MEF).

Baca Juga: Kubu Airlangga Siap Hadapi Tantangan Kubu Bamsoet di Munas Golkar

Kemudian, Prabowo Subianto juga mengatakan semua yang telah direncanakan TNI ke depan sudah on the right track. Karena itu, dirinya mengungkapkan rasa bangga bahwa sampai saat ini TNI konsisten memelihara kemampuan.

Namun, kemampuan TNI masih perlu terus ditingkatkan, terutama kemampuan SDM dan alutsista. Bahkan, dirinya juga berjanji akan bekerja keras menyelesaikan semua tugas Kemenhan dalam hal pemenuhan alutsista. {www.harianpijar.com}

fokus berita : #Christina Aryani #Meutya Hafid #prabowo subianto


Kategori Berita Golkar Lainnya