08 September 2017

Pengamat Sebut Pindahnya Medah ke Hanura Untuk Penuhi Hasrat Berkuasa

Berita Golkar - Akademisi dari Universitas Muhammadiyah Kupang Dr. Ahmad Atang, MSi menilai, pengunduran diri Ibrahim Agustinus Medah dari Ketua DPD I Golkar Nusa Tenggara Timur (NTT) hanya untuk memenuhi hasrat berkuasa.

"Bagi saya, sikap Partai Golkar untuk menetapkan Melkianus Laka Lena sebagai bakal calon gubernur bukan untuk melumpuhkan Ibrahim Medah. Pindahnya Medah ke Hanura untuk memenuhi hasrat berkuasa," kata Ahmad Atang kepada Antara di Kupang, Jumat (8/9/2017).

Dia mengemukakan hal itu, berkaitan dengan keputusan Partai Golkar yang menetapkan Melkianus Laka Lena untuk maju dalam Pilgub NTT dipersiapkan atau hanya sekedar untuk melumpuhkan Ketua DPD Partai Golkar NTT, Ibrahim Agustinus Medah yang sampai akhirnya melompat pagar ke Partai Hanura.

Menurut dia, pindahnya Ibrahim Medah ke Hanura hanya untuk memenuhi hasrat berkuasa. Medah takut jangan sampai terpental karena naskoda Hanura dikendalikan bukan oleh Medah tapi orang lain.

Namun ada logika lain bahwa di partainya sendiri saja tidak diakomodasi apalagi di partai lain.

Pertimbangan lain Dia melihat bahwa DPP Partai Golkar menunjuk Melki Laka Lena untuk maju dalam Pilgub NTT 2018 bukan tanpa kalkulasi politik.

"Dua kali Ibrahim Medah ikut Pilgub NTT dan kalah. Tentu harus dikaji secara serius untuk kali yang ketiga," katanya.

Dengan mendorong Melki Lakalena tentu tidak hanya untuk kepentingan NTT tapi boleh jadi Golkar punya agenda nasional.

Hanya saja, partai golkar harus bekerja ekstra keras jika Melki Laka Lena yang dipersiapkan karena secara riil Melki belum terlalu populer untuk saat ini.

"Dan ke depan, dengan waktu yang tersedia begitu singkat dapatkah Golkar bisa memenangi Pilgub NTT, hanya Melki dan orang Golkar yang bisa menjawabnya," katanya menambahkan. [netralnews]

fokus berita : #Ibrahim Medah