08 September 2017

Krisis Air Bersih Parah, Golkar Sragen Luncurkan 50 Truk Tangki

Berita Golkar - “Penting entuk banyu sik Mas. Antri tahu mengko rapopo,” celetuk salah satu wanita paruh baya asal Dukuh Ngrombo RT 11, Desa Ngrombo, Tangen, Rabu (6/9/2017) pagi. Wanita bernama Sri itu lantas bergegas merangsek masuk antrian dan menyodorkan 2 jeriken dan tempayan ke arah mobil PDAM yang dipasangi spanduk bergambar pengurus DPD Partai Golkar Sragen tersebut.

Wajah cemasnya berubah menjadi senyum setelah dua jeriken dan embernya penuh terisi air bersih. Endri (30), Ngrombo RT 11, Ngrombo menguatkan sudah hampir lima bulan, ia dan warga di dukuhnya terpaksa harus mencari air ke sendang berjarak 2 kilometer di tengah sawah. Sendang itulah yang selama ini menjadi penawar krisis air meski harus antri karena debitnya juga terus menurun.

“Kadang nyarinya sampai malam hari. Makanya kalau ada bantuan begini pilih ngantri air daripada kerja,” ujarnya.

Kaur Kesra Desa Ngrombo, Sudarmanto menuturkan ada tiga dukuh sekitar 150 KK di desanya yang hampir dua bulan kesulitan air bersih. Bantuan droping dari Pemkab sejauh ini baru sekali didapat, sisanya sekali dari Kapolres dan dari DPD Golkar kemarin.

Kades Dukuh, Alif Murwantoro mengatakan ada 1.470 KK di desanya yang sudah kesulitan air sejak dua bulan terakhir. Pihaknya pun berterimakasih atas aksi politisi dan partai Golkar yang memberi bantuan air bersih kemarin.

Ketua Harian DPD Golkar sekaligus Waket DPRD, Bambang Widjo Purwanto menuturkan total ada 50 tangki yang disediakan DPD dan di tahap awal kemarin ada 10 tangki yang dibagi ke Desa Dukuh dan Ngrombo masing-masing 5 tangki. Aksi baksos Golkar itu disalurkan penuh kebersamaan dengan dihadiri 8 anggota Fraksi seperti Sri Pambudi, Thohar Ahmadi, Harris Effendi, Tri Handoko, Pujono Bayu Effendi, Heru Agus, dan Sugimin.

“Terus terang kami (DPD) terketuk hati ketika mendapat laporan warga di Sragen Utara termasuk Tangen ini merasakan sangat kesulitan dapat air bersih. Ini juga untuk membantu masyarakat dan meringankan Pemkab secara tidak langsung. Karena mereka juga bagian dari Sragen dan negeri ini wajib melindungi selama itu masih di wilayah NKRI. Semoga bisa bermanfaat bagi warga,” jelasnya.

Ia berharap problem krisis air yang hampir menjadi siklus tahunan di wilayah Sragen Utara itu bisa menjadi perhatian serius dari Pemkab. Ia memandang salah satu solusinya adalah dengan menyegerakan perluasan layanan PDAM ke wilayah Sragen Utara apapun risikonya. [joglosemar]

fokus berita :