09 November 2019

Berita Golkar - Jelang musyawarah nasional (Munas), Desember mendatang konstelasi politik di internal Partai Golkar kembali memanas. Bambang Soesatyo (Bamsoet) yang semula colling down kini mulai menunjukan keseriusannya kembali untuk maju Calon Ketua Umum Partai Golkar.

Ada isu yang menyeruak, terjadi perseteruan antara Joko Widodo dengan Bambang Soesatyo. Hal inilah, yang membuat kembali ramainya pemberitaan di tubuh Partai Golkar. Fungsionaris DPP Partai Golkar Syamsul Rizal menyebut pendukung Caketum Airlangga Hartarto sengaja membuat peta konflik antara Bambang Soesatyo dengan Presiden Joko Widodo.

"Sampai saat ini, hubungan Bamsoet dan Pak Jokowi adem adem saja, demikian juga dalam hubungan antar lembaga sebagai ketua MPR dan Presiden tidak ada masalah apa apa. Pendukung Caketum AH saja yang panik makanya membuat peta konflik dan opini yang aneh-aneh," kata Syamsul Rizal, Jumat (8/11/2019).

Baca Juga: Dedi Mulyadi Minta Farabi Arafiq Lebih Sering Tampil di Medsos dan Infotainment

Syamsul mengatakan, saat ini ada Gerakan Politik (Gerpol) yang dilakukan oleh oknum elite Golkar dengan menggunakan orang terdekat Presiden Joko Widodo untuk berupaya membendung keinginan Bamsoet maju sebagai caketum PG dengan membuat segala fitnah dan opini negatif.

"Salah satu metodologi Gerpol mereka adalah menarik kekuasaan untuk mencampuri persoalan internal partai Golkar, membuat disharmonisasi antara Pak Jokowi dan Bamsoet dengan membuat rangkaian fitnah dengan melibatkan nama-nama petinggi di negara ini yang sebenarnya tidak ada hubungan apa apa dengan Bamsoet," ujar Syamsul dengan tertawa.

Menurut Syamsul, secara moral politik, Bamsoet teruji menjadi garda pemerintahan Presiden Jokowi. Ia menjelaskan, pertama saat Bamsoet sebagai Ketua DPR, kedua disaat Bamsoet sebagai Ketua MPR. 

Baca Juga: Bamsoet Nilai Tak Satu pun Berhak Klaim Diri Atau Kelompoknya Paling Benar

"Sinergitas Bamsoet dan Pak Jokowi sebagai pimpinan Lembaga Tinggi Negara keduanya sampai saat ini sangat harmonis. Jadi sangatlah keliru jika hanya demi mengejar ketua umum PG, Bamsoet di peta konflik oleh pendukung Caketum PG Airlangga Hartarto yang mengatakan bahwa 'Ambisi Bamsoet Rusak Relasi Golkar dengan Jokowi'," tegas Syamsul.

"Bambang Soesatyo tidak ambisi menjadi ketum PG melainkan ikut berkontestasi sebagai kader untuk memajukan dan memperbaiki kembali Partai Golkar yang gagal dipimpin oleh Airlangga Hartarto," tambah Syamsul.

Rizal menambahkan, jika memang Airlangga Hartarto merasa sudah menang di atas kertas dengan persentasi 93 persen konon informasinya, kenapa harus takut dengan Bambang Soesatyo yang juga maju sebagai caketum dengan upaya mau mencekal dengan segala cara termasuk membuat peta konflik antara dua pucuk lembaga negara yakni Presiden dan Ketua MPR.

Baca Juga: Ricky Rachmadi Maknai Apresiasi Jokowi Sebagai Restu Untuk Airlangga 2 Periode

"Saya mau tegaskan bahwa sampai saat ini Bamsoet berpikir bagaimana PG ini kembali besar dan terus memberikan kontribusi kepada rakyat, negara dan mengawal demokrasi Indonesia dengan baik," ujarnya.

Syamsul berpendapat, dalam kontestasi calon ketua umum Partai Golkar, Bamsoet memiliki hak sebagai kader untuk ikut serta menentukan nasib partai Golkar ke depan lebih baik. {nasional.okezone.com}

fokus berita : #Syamsul Rizal #Bambang Soesatyo


Kategori Berita Golkar Lainnya