12 November 2019

Berita Golkar - Lebih kurang 1 bulan berkantor di Senayan, Christina Aryani kaget dengan ritme kerja sebagai anggota Dewan. Dirinya Harus menghadiri rapat yang panjang, mendengar banyak orang berbicara yang kadang mutar-mutar sebelum ke inti persoalan, hingga membuatnya dirinya tidak sabaran.

Namun, poltisi Partai Golkar ini terus berupaya, beradaptasi dengan lingkungan barunya tersebut. “Di perusahaan profesional, saya terbiasa to the point. Kalau ngomong lama-lama kita ditimpuk, bisa dikeroyok. Tapi, ini lembaga politik. Sebagai pendatang baru, saya harus beradaptasi dengan suasana kerja baru di sini,” kata Aryani saat berbincang di Kompleks Parlemen, Jakarta, kemarin.

Sekarang, ungkap dia, dirinya mencoba menyimak, mendengar berbagai masukan dan pendapat dari seluruh fraksi yang ada di komisi. Dia pun mulai memahami, DPR adalah lembaga yang menampung banyak orang dari segala latar belakang, dan diperlukan banyak sudut pandang sebelum memutuskan sesuatu.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Nilai Kota Depok Layak Jadi Pusat Peradaban Indonesia

“Bisa jadi, yang tidak penting untuk satu orang, penting bagi orang lain. Menarik juga. Sebab, semakin banyak orang bicara, makin banyak perspektif,” jelas perempuan kelahiran 1975 ini.

Diketahui, Aryani meniti karier di lingkungan profesional, bekerja sebagai manajer produksi di SCL Elections, lembaga konsultan politik asal London, Inggris. Setelah itu ia menjadi tenaga ahli di berbagai perusahaan, menjadi dosen dan merintis usaha sendiri.

Keahliannya tak jauh di bidang hukum. Saat sidang sengketa Pilpres 2019, wajah cantik Aryani mencuri perhatian publik. Dia tergabung dalam tim kuasa hukum TKN Jokowi-Ma’ruf. Dari 33 anggota, kehadiran Aryani di televisi seperti oase di sidang yang kadang lama dan membosankan.

Baca Juga: Kahar Muzakir Larang Anggota Fraksi Golkar DPR Ke Luar Jakarta, Ini Alasannya

Namun, ia bukan sekadar pemanis. Saat sidang, beberapa kali ia bertanya kepada saksi atau ahli. Selain meniti karier di dunia profesional, Aryani juga berkecimpung di dunia politik. Sejak 2006 ia bergabung dengan Beringin. Kariernya mulus.

Baru pertama kali mencalonkan sebagai anggota DPR, langsung terpilih meski daerah pemilihannya terbilang berat, DKI Jakarta II, meliputi Jakarta Selatan, Jakarta Pusat, dan luar negeri.

Sekarang, Aryani duduk di Komisi I DPR yang membidangi Pertahanan dan Luar Negeri. Ia bertekad, kehadirannya di Senayan bukan sekadar pemanis. Ia punya banyak janji kampanye yang harus dituntaskan kepada pemilihnya.

Baca Juga: Kasus Memo Kadis, Jaro Ade Perintahkan Tohawi Hadiri Pemanggilan Oleh Golkar Jabar

“Fokus perjuangan yang saya gadang-gadang saat kampanye adalah perlindungan pekerjaan migran. Otomatis di luar negeri. Dengan posisi saya di sini (Komisi I DPR), bermitra dengan Kementerian Luar Negeri, saya bisa memastikan perlindungan pekerja migran harus lebih baik ke depan,” paparnya, bersemangat.

Dia juga akan concern pada empat isu lain, yaitu perempuan dan anak, kaum marginal, pemuda, dan diaspora. Ia berjanji memelototi narasi pasal agar tidak bias gender yang merugikan perempuan dan anak. {rmco.id}

fokus berita : #Christina Aryani


Kategori Berita Golkar Lainnya