19 November 2019

Berita Golkar - Kisruh di internal Partai Golkar Bali pasca dicopotnya enam ketua DPD II Golkar di beberapa kabupaten, akhirnya mencapai klimaks pada Selasa malam (19/11). Pasalnya, Mahkamah Partai Golkar menolak seluruh gugatan yang diajukan lima dari enam mantan ketua DPD II Golkar yang dicopot, masing-masing Badung, Tabanan, Buleleng, Bangli, dan Karangasem.

Dengan kata lain, pengurus DPD I Golkar Bali di bawah kepemimpinan I Gde Sumarjaya Linggih selaku Plt ketua menang dalam sengketa ini. Keputusan itu ditetapkan dalam sidang yang dipimpin Adies Kadir selaku hakim ketua, serta John Kenedy Azis dan Dewi Asmara selaku hakim anggota.

Baca Juga: Jokowi Faktor Kunci Pemilihan Ketum Baru Golkar

Sidang yang berlangsung di DPP Golkar tersebut berakhir pukul 19.48 WIB. Dalam amar putusannya, Mahkamah Partai pada intinya menolak permohonan dari pihak pemohon, mantan ketua DPD II Golkar Badung, Tabanan, Buleleng, Bangli, dan Karangasem untuk seluruhnya.

Kabar mengenai ending dari proses persidangan yang berlangsung dalam beberapa bulan terakhir itu dibenarkan Plt Ketua DPD I Golkar Bali, I Gde Sumarjaya Linggih. “(Gugatan) ditolak seluruhnya,” kata Gde Sumarjaya Linggih saat dikonfirmasi semalam melalui saluran telepon.

Yang penting setelah ini, sambung politisi yang akrab disapa Demer ini, membangun semangat persaudaraan sebagai sesama kader Golkar. Karena menurutnya, proses yang terjadi di Mahkamah Partai merupakan upaya untuk mencari kepastian. “Karena kemarin diskusi kami tidak menghasilkan mufakat. Sehingga sampailah ke Mahkamah Partai,” jelasnya.

Baca Juga: Polemik Kolam Renang Gubernur, Yod Mintaraga Bantah Golkar Bela Ridwan Kamil

Dia memastikan akan tetap merangkul para mantan ketua DPD II tersebut untuk sama-sama membesarkan Golkar. Meski, diakuinya, tidak semua bisa ditempatkan pada posisi tertentu karena struktur kepengurusan yang terbatas.

“Kami di Golkar memang didorong untuk menjadi pemimpin. Dan saya melihat, kepemimpinan ini kan tidak abadi. Ada saatnya saya memimpin. Saya pun sempat jadi anggota. Tidak memimpin, baik di Bali maupun di Jakarta. Jadi tidak selamanya memimpin. Jabatan itu tidak selamanya abadi,” ujar Demer yang juga anggota DPR RI ini.

Namun saat disinggung akan diposisikan di mana para mantan ketua DPD II tersebut, pihaknya belum ada pembahasan ke arah itu. Sebab, pasca sidang, baik pihaknya maupun para mantan ketua DPD II tersebut belum ada komunikasi. “Ya dalam waktu dekat ini akan kami coba berkomunikasi,” pungkasnya.

Baca Juga: Abdul Razak Tegaskan Golkar Utamakan Kader Sendiri di Pilkada se-Kalteng 2020

Sekadar mengingat, munculnya gugatan ini sebagai reaksi terhadap keputusan Demer selaku Plt ketua DPD I Golkar Bali yang mencopot enam pimpinan partai di tingkat kabupaten. Adapun keenam ketua DPD II Golkar itu antara lain I Wayan Suardika (Jembrana), Ketut Arya Budi Giri (Tabanan), Wayan Muntra (Badung), Made Adijaya (Buleleng), Wayan Gunawan (Bangli), dan Made Sukerana (Karangasem).

Pencopotan itu dilakukan dengan beberapa pertimbangan dan alasan. Salah satu alasannya, enam pimpinan partai di tingkat kabupaten tersebut menentang SK DPP Nomor 362. Sehingga posisi keenam pimpinan partai di enam kabupaten itu kemudian dijabat oleh pelaksana tugas (Plt).

Sementara mereka yang dicopot, lima di antaranya tidak terima sehingga mengambil jalan menggugat ke Mahkamah Partai. {baliexpress.jawapos.com}

fokus berita : #Gde Sumarjaya Linggih


Kategori Berita Golkar Lainnya