08 September 2017

Jadi Bapak Rekonsiliasi Nasional, Jusuf Kalla Diganjar Adam malik Awards

Berita Golkar - Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia (RI)  Jusuf Kalla (JK) menerima Pimpinan The Adam Malik Center Antarini Malik di kantornya, Kamis (7/9). The Adam Malik Center akan memberikan Adam Malik Awards kepada Jusuf Kalla sebagai bapak rekonsiliasi nasional. "Kami ingin memberikan Adam Malik Awards kepada Wakil Presiden Jusuf Kalla sebagai bapak rekonsiliasi nasional yang telah memberikan perdamaian antara NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) dan GAM (Gerakan Aceh Merdeka)," ujar Antarini, Kamis (7/9).

Pemberian penghargaan tersebut akan dilakukan November 2017 di Gedung Pancasila Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia. Antarini mengatakan, penghargaan ini berbeda dengan Adam Malik Awards yang digelar Kementerian Luar Negeri tiap satu tahun sekali kepada wartawan terbaik. Adam Malik Awards yang akan diberikan kepada wapres JK, digelar setiap delapan atau sepuluh tahun sekali. "Jadi kami tidak sembarangan memberikan penghargaan, Adam Malik Awards ini ada tim penilai dari kami," kata Antarini.

Antarini mengatakan, Adam Malik Awards ini diberikan kepada tokoh-tokoh nasional yang berjasa mendamaikan Indonesia dengan GAM. Selain JK, terdapat beberapa nama tokoh nasional yang mendapatkan penghargaan tersebut antara lain Presiden Republik Indonesia ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan mantan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Hamid Awaluddin.

Selain itu ada pula dua jenderal yang akan mendapatkan Adam Malik Awards yakni mantan Panglima TNI Endriarto Sutarto dan mantan Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Widodo AS. Penghargaan ini juga diberikan kepada sejumlah tokoh pejuang GAM seperti Malik Mahmud. Pemberian penghargaan sesuai dengan visi dan misi Adam Malik yang ingin memberikan perdamaian. "Sesuai cita-cita Bung Adam yang ingin memberikan perdamaian kepada dunia juga keamanan dan stabilitas," kata putri Adam Malik tersebut.

Antarini berharap, pemberian Adam Malik Awards ini bisa menjadi contoh bagi generasi muda untuk berkarya dan meneruskan perjuangan Adam Malik. Selain itu, penghargaan ini juga memberikan pesan bahwa untuk mencapai perdamaian tidak selalu menggunakan militerisme namun mengedepankan diplomasi. "Bapak (Adam Malik) kan juga menteri luar negeri selama tiga periode, dan selalu menggunakan diplomasi untuk dialog dengan negara-negara yang berkonflik," ujar Antarini.

Pemberian Adam Malik Awards sekaligus memperingati 100 tahun hari kelahiran Adam Malik yang pernah menjabat wakil presiden ke-3. Selain itu, dia juga pernah menjabat menteri luar negeri di Kabinet Dwikora II, Kabinet Ampera I, Kabinet Ampera II, Kabinet Pembangunan I, dan Kabinet Pembangunan II. Adam Malik lahir di Pematangsiantar, 22 Juli 1917 dan meninggal dunia di Bandung, 5 September 1984. [republika]

fokus berita : #Jusuf Kalla