28 November 2019

Berita Golkar - Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) sebagai salah satu Pendiri Partai GOLKAR (PG), tidak ingin membiarkan Isu perpecahan akibat penggiringan Aklamasi ataupun bentuk kekerasan apapun dalam proses kandidasi Caketum Partai Golkar di Musyawarah Nasional (Munas) 2019.  

Wakil Ketua Umum DEPINAS SOKSI Ahmadi Noor Supit mengatakan SOKSI sepakat bahwa dalam upaya mewujudkan demokrasi yang sehat dan seleksi pucuk pimpinan PG yang legitimate perlu secara sungguh2 memperhatikan aturan dan mekanisme yang berlaku serta upaya-upaya meminimalisir konflik.

Baca Juga: Kader Golkar Milenial, Achmad Annama Jadi Pendaftar Pertama Caketum Golkar

"Untuk itu SOKSI mendorong banyak kader PG yang tampil sebagai Bakal Calon Ketua Umum secara terbuka," kata Ahmadi dalam keterangan tertulis yang diterima, Selasa (26/11/19).

Sekali lagi SOKSI mempertegas, pemaksaan kehendak dan konflik tajam harus diakhiri. SOKSI Mendukung semua Kader PG untuk maju sebagai Bakal Calon Ketua Umum periode 2019 - 2024, termasuk, diantaranya Sdr. Agun Gunanjar Sudarsa- salah satu Ketua Depinas SOKSI serta sdr. Indra Bambang Utoyo- Dewan Pembina SOKSI.  

Meskipun demikian, berdasar hasil rekomendasi RAPIMNAS II 2019 yl, scr Institusi, Depinas SOKSI berketetapan untuk Mendukung, Mencalonkan dan Memenangkan Sdr. Bambang Soesatyo- Wakil Ketua Umum Depinas SOKSI, sekaligus KETUA MPR RI, Ketua lembaga tinggi yang kedudukannya sejajar dengan Presiden, untuk memenangkan kompetisi Caketum PG pada MUNAS X yang akan datang. 

Baca Juga: Keduanya Kader Terbaik, Golkar Banten Belum Tetapkan Pilihan Antara Bamsoet dan Airlangga

"Kami meyakini, tidak ada persoalan yang tidak dapat diselesaikan. Rumah besar Golkar harus tetap menjadi milik bersama, dikelola bersama-sama untuk kepentingan bersama pula. Tidak boleh terjadi keputusan sepihak atau pengelolaan Partai oleh segelintir orang yang mengatasnamakan elit, karena PG milik publik," kata Supit.

SOKSI dalam prinsip perjuangan terus mengedepankan kepentingan nasional dan secara khusus kepentingan eksistensi Partai Golkar jangka panjang. Demokrasi berarti mengutamakan persamaan hak dan kewajiban serta perlakuan yang sama untuk seluruh warga tanpa kecuali. 

Dalam kapasitasnya sebagai Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo, sekaligus kader SOKSI telah diberikan pada Masyarakat, Bangsa dan Negara untuk mengemban pengabdian tertinggi di institusi Partai sebagai Ketua Umum.

Baca Juga: Ahmadi Noor Supit Tuding Munas 2019 Terburuk Sepanjang Sejarah Golkar, Ini Alasannya

Mengingat Partai Politik adalah urat nadi kekuasaan, dimana nasib negeri ini dan masa depan generasi penerus sangat ditentukan oleh baik buruknya sebuah Partai Politik. 

Atas dasar itu, SOKSI meminta Partai Golkar agar membuka ruang seluas-luasnya bagi kader lain siapapun utk mjd Bakal Calon Ketua Umum PG dengan mengedepankan cara berkompetisi yang sehat sesuai aturan yang berlaku serta khususnya tidak bertentangan spirit demokrasi dan jiwa korsa dalam AD/ART Partai GOLKAR.

"Tidak boleh lagi ada upaya-upaya yang mencederai ataupun mematikan demokrasi di tubuh Partai GOLKAR. PANTANG MUNDUR!," pungkas Supit. {soksinews.com}

fokus berita : #Ahmadi Noor Supit


Kategori Berita Golkar Lainnya