11 September 2017

Agun Gunandjar Ingin KPK Tetap Ada, Tapi Harus Berubah Seperti Ini

Berita Golkar - Ketua Pansus Angket KPK Agun Gunanjar menyebut keberadaan KPK masih diperlukan. Tetapi, Agun mengingatkan ada urusan HAM yang tidak boleh diabaikan KPK.

"Ada hal dalam kacamata hari ini, sepertinya kita lupa dan mengabaikan atas jerih payah para pejuang masa lalu. Hak asasi adalah bagian elementer yang tidak bisa dipisahkan dalam pembangunan reformasi termasuk pemberantasan korupsi," kata Agun di sela-sela peluncuran Bambang Soesatyo berjudul 'Ngeri-ngeri Sedap' di cafe Leon, Jalan Wijaya, Jakarta Selatan, Minggu (10/9/2017).

"Pansus angket KPK menyorot dari sisi itu. Saya melihat bahwa KPK harus tetap ada. Karena korupsi masih meraja lela," sambungnya.

Agun menyebut HAM dalam proses penegakan hukum tidak boleh diabaikan. Agun mencontohkan ada seorang saksi yang rekening tabungan yang diblokir oleh KPK selama 2 tahun dan juga dicekal. Selain itu, Agun juga menyebut ada seorang tersangka KPK yang sudah ditetapkan 4 tahun.

"Apakah itu tidak pelanggaran HAM?" tanya Agun.

Dia menambahkan, pernyataan politikus PDIP Henry Yosodiningrat untuk membekukan KPK sebagai hal yang biasa.

"Seperti orang melihat peristiwa pembunuhan reaksi orang berbeda-beda. Malah lebih dari Hendry reaksinya ada," ucapnya.

"Tolong, Pansus sedang bekerja. Marilah kita sama-sama tidak merasa lebih tinggi, lebih hebat, karena kita manusia biasa," sambungnya. [detik]

fokus berita : #Agun Gunandjar