04 Desember 2019

Proyeksi Golkar Di Bawah Airlangga Lima Tahun Ke Depan, Digitalisasi dan Jadi Partai Modern

Berita Golkar - Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto memproyeksikan Partai Golkar lima tahun ke depan sebagai partai modern. Disampaikan dalam Munas X Partai Golkar di Jakarta, Rabu, 4 Desember 2019, modernisasi partai bisa dilakukan dengan pengelolaan organisasi berbasis teknologi informasi atau digitalisasi hingga membuat partai diminati oleh kaum muda.

Menurut Airlangga hal itu sudah dilakukan melalui penerbitan KTA berbasis online dan manajemen saksi berbasis digital melalui aplikasi SaksiKu, serta pengelolaan website dan media sosial Partai Golkar yang kini bisa mempermudah pendaftaran dan pendataan anggota.

Baca Juga: Lodewijk Paulus Ungkap Airlangga Hartarto Berpeluang Jadi Capres Golkar di Pemilu 2024

Sementara konsolidasi dan wawasan agar tidak ketinggalan zaman dan diminati oleh kaum muda dilakukan lewat pemantapan ideologi Pancasila ke kalangan muda tadi.

"Ini harus menjadi program unggulan untuk mencegah berkembangnya paham anti-Pancasila seperti radikalisme dan sikap-sikap intoleran yang berkembang di masyarakat khususnya di kalangan anak-anak muda sebagai pembela dan Pengamalan Pancasila," kata Airlangga.

Menurut dia, saat ini memang sudah saatnya Partai Golkar memperjuangkan lahirnya sebuah undang-undang yang mengatur tentang pemantapan ideologi Pancasila. Kemudian untuk memperkuat basis Partai Golkar di tengah masyarakat, perlu dilakukan konsolidasi sampai tingkat desa kelurahan serta menyusun strategi penggalangan berbasis komunitas.

Baca Juga: Airlangga Hartarto Tegaskan Golkar Bakal Jadi Pendukung Utama Jokowi

Pasalnya, penggalangan teritorial yang menjadi andalan Golkar perlu dipadu dengan penggalangan komunitas yang sebarannya sangat berat.

"Apalagi sekarang pengembangan komunitas sudah bisa dilakukan dengan platform digital di samping itu dalam koordinasi dan konsolidasi organisasi perlu dilanjutkan upaya regenerasi kepemimpinan dan Partai Golkar sudah menunjukkan bahwa dalam penunjukan Alat Kelengkapan Dewan banyak kader-kader muda kita duduk," ucap dia.

Untuk merealisasikan hal itu, dalam Munas ini, Golkar merekomendasikan dibentuknya Golkar Academy sebagai centre of excellent sekaligus wadah pengembangan vokasi generasi muda.

Baca Juga: Siap Rangkul Gerbong Bamsoet, Airlangga Ibaratkan Pesawat Double Engine

 

Menurut Airlangga, Golkar Academy ini sejalan dengan program pemerintah mendorong pengembangan sumber daya manusia, tetapi di samping itu Golkar hendak menunjukan bahwa partainya akan menjadi pemimpin untuk pengembangan SDM, pendidikan politik, dan kebijakan publik mengingat pentingnya peranan saksi dalam pilkada Pileg dan Pilpres.

"Maka nanti Partai Golkar memiliki kelembagaan saksi pemilu yang permanen. Kelembagaan saksi ini cukup mendesak sehingga kita bisa memanfaatkan Pilkada 2020 sebagai bagian pemenangan Pileg dan Pilpres di tahun 2024 mendatang," ucap dia.

Transformasi dan konsolidasi agar mendapat dukungan pun harus terus dilakukan terutama dengan mendukung program-program anti-korupsi. Transformasi struktural juga diperlukan agar organisasi dan struktur kelembagaan lebih fleksibel, lebih kuat, dan lebih efektif.

Baca Juga: Mundur Demi Hindari Perpecahan, Nurdin Halid Puji Langkah Cerdas Bamsoet

"Peningkatan fungsi kaderisasi serta penajaman dalam pengambilan keputusan berbasis data ini penting agar Partai Golkar menjadi partai yang kuat dan mengakar, perubahan kultural juga diperlukan agar organisasi bisa menyesuaikan dengan kebutuhan perkembangan transformasi digital membangun budaya sesuai dengan kaidah organisasi modern," ucap dia. {www.pikiran-rakyat.com}

fokus berita : #Airlangga Hartarto