10 Desember 2019

Pilkada Lampung Tengah, Musa Ahmad Siap Perjuangkan Guru, Petani Hingga Pekerja Kreatif

Berita Golkar - Bakal Calon Bupati Lampung Tengah (Lamteng) Musa Ahmad, menjawab sejumlah keluh kesah sejumlah masyarakat di sela pengajian Akbar bersama Ustaz Solmed di sejumlah kecamatan di kabupaten tersebut, Selasa, 10 Desember 2019.

Di antara solusi yang ditawarkan calon yang diusung seluruh pengurus dan kader Partai Golkar Lamteng itu, terkait masa bagi guru, petani dan pekerja kreatif.

Menjawab keluhan seorang guru honorer di Kecamatan Gunung Sugih tentang tunjangan, mantan Wabup Lamteng itu menegaskan pendapatan guru harus sesuai dengan kebutuhan dan tidak boleh di bawah upah minimum daerah.

Baca Juga: Asrama Haji Di Indramayu Embarkasi Haji di Majalengka, Ace Hasan Pertimbangkan Efisiensi

“Guru ini yang menjadi tonggak bagi masa depan generasi kita, jadi pendidikan juga menjadi perhatian kami. Gaji guru tidak boleh lagi di bawah upah minimum daerah, walau statusnya honorer gaji guru harus sama tidak boleh dibedakan,” kata Musa Ahmad.

Ia melanjutkan, terkait besaran tunjangan itu, gaji guru harus selalu menyesuaikan dan tidak boleh di bawah rata-rata pegawai lainnya. “Solusinya, tidak bisa tidak, terkait tunjangan guru harus dibuatkan peraturan daerah (Perda) ataupun peraturan bupati (Perbup), sehingga ada payung hukum tetapnya,” imbuhnya.

Sebelumnya, Riska, guru honorer mengeluhkan gaji yang mereka terima terlalu rendah. Menurutnya, bahkan apa yang mereka dapat tidak sesuai dengan kebutuhan yang harus dikeluarkan.

Baca Juga: Terkait Tudingan Ijazah Palsu, Eka Wardhana Siap Tempuh Jalur Hukum

“Gaji harus ditingkatkan, pak. Kami menerima (gaji) selama ini bahkan di bawah upah minimum (daerah). Kami titipkan itu supaya mendapat perhatian jika bapak terpilih menjadi bupati (Lamteng),” terang Riska.

Sementara Rudiyanto berharap, ekonomi kreatif yang selama ini mulai tumbuh di sejumlah kecamatan dan juga Gunung Sugih, dapat perhatian permodalan serta pemasaran hasil kreatif mereka.

Menurutnya, banyak pelaku ekonomi kretif yang mampu bertahan namun tak bisa mengembangkan usaha mereka, sehingga kondisi itu menyebabkan ekonomi kecil tak bisa berkembang. “Kami bisa mendapat penghasilan sebear Rp15 juta, namun itu kami tak bisa mengambil keuntungan banyak dikarenakan harus dibagi dengan anggota yang ada (jumlahnya puluhan),” kata Rudiyanto.

Baca Juga: Kasus Gagal Bayar Jiwasraya, Dito Ganinduto Sebut Momentum OJK Benahi Pasar Asuransi

Pengrajin tanaman hias yang tergabung dalam kelompok Aglonema itu berharap, mereka bisa mendapatkan modal usaha serta pengembangan kreatifitas.

Menanggapi itu, Musa Ahmad mengatakan, pihaknya akan merangkul seluruh pelaku usaha kecil kreatif. Selain itu, untuk permodalan dan pemasaran pihaknya akan merangkul perusahaan-perusahaan, untuk bekerja sama dan juga memasarkan produk mereka hingga ke luar daerah{www.saibumi.com}

fokus berita : #Musa Ahmad