14 Desember 2019

Berita Golkar - Presiden Joko Widodo (Jokowi) melantik Agung Laksono sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) periode 20191-2024 bersama beberapa tokoh lainnya. Dia anggota Wantimpres yang berasal dari kalangan politikus.

Agung sendiri bukan orang baru. Dia telah lama berada di level elit eksekutif dan legislatif. Agung juga identik dengan organisasi Kosgoro dan partai beringin Golkar.

Lahir di Semarang, Jawa Tengah, pada 23 Maret 1949. Mengenyam pendidikan dasar di Jakarta dan menengah di Medan, Sumatera Utara. Setelah itu, dia lanjut mengenyam kuliah di Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia (UKI) Jakarta.

Baca Juga: Nurdin Halid Sodorkan 15 Nama Kader Golkar Sulsel Jadi Pengurus DPP

Meski lulus sebagai dokter umum, Agung lebih dikenal sebagai politikus oleh khalayak. Dia aktif di berbagai organisasi sejak muda. Pada 1983-1986, Agung sudah menjabat sebagai Ketua Umum BPP Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi). Kemudian menjabat sebagai Ketua Umum DPP Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) pada 1984-1989.

Periode 1990-1995, Agung dipercaya mengisi jabatan Sekjen PPK Kosgoro. Dia lalu menjadi Ketua Umum PPK Kosgoro 1957 sejak 2000 hingga saat ini. Kosgoro sendiri merupakan salah satu organisasi tulang punggung Golkar di samping MKGR, dan SOKSI.

Agung lalu menjadi Menteri Pemuda dan Olahraga dalam Kabinet Pembangunan VII pada 1998. Dia mengisi jabatan yang sama di masa pemerintahan Presiden BJ Habibie. Agung lalu menjadi bagian dari lembaga legislatif tertinggi, yakni DPR pada 1999-2004. Sempat menjadi Ketua DPR menggantikan Akbar Tanjung, mitranya sesama sepuh politikus Golkar.

Baca Juga: Bamsoet Jadi Waketum Golkar Bikin Partai Makin Solid

Agung menjabat sebagai Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat pada 2009. Kemudian pada tahun 2012, Agung ditunjuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjadi Plt Menpora menggantikan Andi Malarangeng yang tersangkut kasus korupsi.

Pada 2014, Agung juga diminta Presiden SBY mengisi Plt Menteri Agama menggantikan Suryadharma Ali. Kala itu, ketua umum PPP tersebut tersangkut kasus korupsi dana haji. Pada Pilpres 2014, Agung Laksono mendukung pasangan calon Joko Widodo - Jusuf Kalla. Tidak seperti partainya, yakni Golkar yang mengusung Prabowo Subianto - Hatta Rajasa.

Perbedaan dukungan itu membuat Golkar mengalami perpecahan. Ada kubu Agung dan kubu Aburizal Bakrie, yang kala itu menjabat Ketua Umum. Konflik internal, meski sempat panas, lalu selesai dengan ditandai Golkar bergabung dalam kabinet Jokowi-JK selaku pemenang Pilpres 2014. {www.cnnindonesia.com}

fokus berita : #Agung Laksono


Kategori Berita Golkar Lainnya