20 Desember 2019

Airlangga Hartarto Tegas Tolak Kebijakan Ekspor Benih Lobster

Berita Golkar - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan, lebih memilih untuk membudidayakan benih lobster terlebih dahulu ketimbang langsung diekspor, seperti yang ingin dilakukan Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo.

Kata dia, sebagaimana produk kelautan lainnya, seperti udang, tidak diekspor saat dalam bentuk benih melainkan dibudidayakan terlebih dahulu untuk mencapai besaran yang optimal, dan memiliki nilai tambah yang lebih baik bagi perekonomian.

Baca Juga: Airlangga Hartarto Optimis Omnibus Law Bakal Perbaiki Ekosistem dan Iklim Investasi

"Sama seperti udang, yang kita dorong budidaya. Jadi kami bicara sama Menteri KKP ini sedang dikaji. Kalau budidaya di mana-mana bisa didorong," kata dia di kantornya, Jakarta, Jumat, 20 Desember 2019.

Sebelumnya,  Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Edhy Prabowo, mengaku tak akan mundur terkait kebijakan ekspor benih lobster. Edhy menyebut, jika kebijakan ekspor benih lobster yang akan dilakukannya demi kepentingan rakyat.

Edhy mengaku tak gentar membela kepentingan rakyat. Bahkan, seandainya dirinya ditenggelamkan maupun ditembak kepalanya pun siap demi kepentingan rakyat.

Baca Juga: Ace Hasan Minta Aparat Tindak Tegas Ormas Sweeping Atribut Natal 

"Jangankan ditenggelamkan. Ditembak kepala pun kalau saya yakin itu baik untuk kepentingan masyarakat, saya akan lakukan," ujar Edhy di Yogyakarta, Kamis 19 Desember 2019.

Edhy menilai, masyarakat yang menolak ekspor benih lobster dinilai tak mendapatkan informasi yang utuh. Edhy menyebut masalah ekspor benih lobster itu sudah ada sejak lima tahun yang lalu. {www.vivanews.com}

fokus berita : #Airlangga Hartarto #Edhy Prabowo