18 Januari 2020

Berita Golkar - Fraksi Partai Golkar mengancam akan membentuk alat kelengkapan dewan (AKD) tandingan, apabila nama-nama anggota yang diusulkan tetap ditolak oleh pimpinan DPRA.

Sebelumnya, Ketua DPRA, Dahlan Jalaluddin sudah mengesahkan enam komisi yang nama-namanya sudah dibacakan oleh Sekretaris Dewan (Sekwan) Suhaimi, dalam sidang paripurna pembagian AKD, Jumat (17/1).

Namun, tiga fraksi tidak dibacakan oleh sekwan yakni Fraksi Golkar, Demokrat dan PPP. Sekretaris Fraksi Partai Golkar, Teuku Raja Keumangan mengancam akan membentuk AKD tandingan.

Baca Juga: Sesuai Perda dan Perwali, Wahid Yusuf Dukung Dishub Tertibkan Parkir Sejalan

Pasalnya nama-nama yang sudah diusulkan untuk dalam AKD dianggap tidak sah oleh pimpinan DPRA. “Kami akan membentuk AKD tandingan, dan yang sudah disahkan oleh pimpinan DPRA tidak sah,” tegas Teuku Raja Keumangan.

TRK menjelaskan Fraksi Partai Golkar sudah menjalankan sesuai dengan tatib yang disusun bersama. Penafsiran tentang aturan tatib itu harus diselesaikan oleh Kemendagri, bukan DPRA.

“Ini yang aneh bagi kami, dan kami tetap menolak apa yang sudah disahkan oleh pimpinan DPRA,” ujarnya. Ia juga menilai apa yang sudah diputuskan oleh Ketua DPRA terkesan dipaksakan tanpa meminta pertimbangan dari anggota dewan yang hadir dalam paripurna itu.

Baca Juga: Bupati Karanganyar Juliyatmono Belum Berhasrat Gantikan Ganjar Pranowo, Ini Alasannya

“Jelas dipaksakan sepihak, kami tetap berkomitmen seperti usulan awal, dan tidak akan mengusulkan ulang,” tegasnya. Terkait persoalan ini, Ketua DPRA, Dahlan Jamaluddin tidak banyak berkomentar, dirinya tidak ingin terlalu jauh mencampuri terhadap sikap politik partai lain.

“Saya tidak mencampuri urusan politik orang, dan sebagai pimpinan saya hanya ingin memastikan lembaga DPRA berjalan, hanya itu,” pungkas Dahlan. {mercinews.com}

fokus berita : #Teuku Raja Keumangan #Dahlan Jamaluddin


Kategori Berita Golkar Lainnya