18 Januari 2020

Berita Golkar - Ketidakpuasan terhadap struktur Partai Golkar 2019-2024 terus bermunculan. Kali ini datang dari Ketua Kosgoro 1957 Agus M Santoso. Menurut Agus, seharusnya sosok yang dipilih menjadi pengurus DPP jangan sampai menyakiti kader Golkar yang telah lama berkiprah dari bawah.

"Jangan ada yang belum pernah pengurus di tingkat 2 atau tingkat 1 langsung jadi pengurus DPP Golkar, ini menyalahi aturan. Dikhawatirkan juga Golkar hanya menjadi tunggangan politik," ujar Agus, Sabtu (18/1/2020).

Agus yang juga anggota DPR RI 2014-2019 ini mengatakan, seharusnya Airlangga Hartarto selaku ketua umum betul-betul melakukan cek dan ricek sebelum mengumumkan struktur DPP Partai Golkar.

Baca Juga: Tidak Diakomodir di DPP, Cupli Risman Merasa Perjuangan Dukung Airlangga Jadi Ketum Golkar Sia-Sia

"Dewan Pembina dan Dewan Pakar agar mengevaluasi Pengurus DPP Partai Golkar 2019-2024 betul-betul bersih dari korupsi dan bukan orang pindah partai langsung jadi pengurus DPP. "Ini (pengurus sekarang) masih bisa dievaluasi, kan masih 5 tahun ke depan," ujarnya.

 

Terkait anggapan tentang dinasti politik di Golkar, Agus mengatakan hal itu wajar. Jika banyak suara sumbang adanya politik dinasti wajar saja. Dari ketum terdahulu juga sama, anak, adik masuk pengurus. Yang penting bisa membawa Partai Golkar ke depan lebih baik," pungkasnya. {nasional.sindonews.com}

fokus berita : #Agus Makmur Santoso


Kategori Berita Golkar Lainnya