21 Februari 2020

Adrianus Asia Sidot Dukung Bangun Politeknik Berbasis Sumber Daya Unggulan di Kalimantan

Berita Golkar - Adrianus Asia Sidot setuju dengan rencana Pembangunan Politeknik Berbasis Sumber Daya Unggulan di Kalimantan. Anggota DPR RI Komisi X DPR RI ini mengatakan bahwa usulan yang diungkapkan oleh Gubernur Kalbar, Sutarmidji, sudah sangat tepat. Membangun Sumber Daya Manusia (SDM) harus jadi prioritas utama.

“Saya sangat setuju karena fokus kita itu membangun sumber daya manusia yang berbasis kompetensi, skill, keterampilan. Kita sekarang ini lebih berat ke arah pendidikan akademik,” ujarnya usai hadir di acara Musrembang Regional Kalimantan 2020 di Kalbar yang diselenggarakan di Pendopo Gubernur Kalbar, Rabu (19/2/2020).

Baca Juga: Ogah Cari Yang Lain, Golkar Kubar Dukung Yang Sudah Ada Saja Untuk Pimpin Golkar Kaltim

 

Ia mengatakan kalau Pendidikan akademik itu memang mendapatkan ijazah dan IPK tinggi. Keduanya memberikan nilai yang tinggi. Hanya saja, ketika masuk ke dunia kerja, para lulusan dengan ijazah dan IPK tinggi malah bingung. Hal ini karena mereka tidak memiliki skill yang dituntut dalam dunia kerja.

“Tidak semua orang yang mempunyai IPK tinggi bisa masuk ke dunia kerja. Belum tentu, karena memang yang dituntut sekarang ini adalah skill , kemampuan dan keterampilan, serta keahlian,” jelasnya.

Politeknik Mendidik Tenaga Kerja Politeknik sendiri mendidik tenaga kerja. Tapi jangan pula membuka jurusan yang tidak dibutuhkan oleh daerah, tapi seperti teknik pengolahan pangan, hasil kehutanan dan sebagainya, itu yang harus dimiliki.

Baca Juga: RUU Ketahanan Keluarga, Inisiatif Endang Maria Astuti Cegah Anak Terpapar Narkoba dan Pornografi

 

“Kalau tidak berdasar pada kearifan lokal, nanti bingung lagi. Makanya sekarang ini kita lihat angka pengangguran tertinggi itu justru lulusan SMK, karena tidak berbasis kearifan lokal dan potensi lokal,” jelasnya.

Balai Latihan Kerja

Politisi Partai Golkar ini juga memberikan pendapatnya terkait Balai Latihan Kerja (BLK). Menurutnya, saat ini Balai Latihan Kerja dibawah arahan kementerian terkait sudah menuju kepada pusat sertikasi kerja. Ia pun sepakat dengan perkataan Sutarmidji terkait BLK.

“Usulan gubernur Kalbar saya sepakat sekali, memang harus begitu. Adanya BLK sekarang, sebagai kompensasi dari ketidakmampuan dunia pendidikan kita untuk menyediakan atau melatih tenaga kerja siap pakai, itulah yang diisi oleh BLK,” ujarnya.

Ia pun mengatakan bahwa BLK bersifat insidentil. Menurutnya, jika sudah menjadi program jangka panjang, Adrianus Asia Sidot setuju apabila BLK itu dialihkan ke SMK. Lalu BLK itu menjadi pusat sertikasi tenaga kerja. {heloborneo.com}

fokus berita : #Adrianus Asia Sidot