26 Februari 2020

Berita Golkar - Ketua Komisi I DPR RI Meutya Viada Hafid senantiasa mendukung Armenia untuk dapat segera menyelesaikan konflik Nagoro Karabakh yang telah berlangsung lama dengan Azerbaijan melalui jalur diplomasi yang damai apabila Armenia menginginkan peningkatan kerja sama internasional dengan Indonesia.

Diketahui Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Armenia saat ini sedang mengupayakan peningkatan kerja sama informasi teknologi. Hal tersebut ia sampaikan ketika menerima kunjungan Duta Besar Armenia untuk Indonesia Dziunik Aghajanian menemui Komisi I DPR RI di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Senin (24/2/2020).

 

Baca Juga: Untuk Tertib Administrasi, Meutya Hafid Minta Dewas Hentikan Seleksi Dirut Baru TVRI

Meutya pun mengatakan bahwa masalah Nagorno-Karabakh ini tidak bisa diintervensi oleh pihak manapun, sehingga harus diselesaikan secara bilateral antara Armenia-Azerbaijan.

“Permasalahan harus mengacu pada hukum internasional dan ketentuan PBB lainnya sebagai acuan resolusi konflik di wilayah Nagorno Karabakh. Sehingga tidak boleh ada upaya kekuatan lain masuk ikut mengintervensi konflik bersejarah tersebut. Saya kira seluruh permintaan Negara Armenia kepada Indonesia telah kita catat, akan tetapi Armenia harus selesaikan terlebih dahulu,” ujarnya.

Politisi Fraksi Partai Golkar itu pun juga mengatakan bahwa Armenia sangat mendorong agar Indonesia mau meningkatkan kerja sama yang lebih besar dengan Armenia dan diawali dengan membangun Kedutaan Besar Republik Indonesia di Armenia.

Baca Juga: Ini Saran Bamsoet Untuk Pemerintah Terkait Antisipasi Masalah Banjir

“Selanjutnya mereka juga meminta dibangunnya Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) antara Indonesia dengan Armenia dalam kerangka resiprocal basis,” imbuhnya. {www.dpr.go.id}

fokus berita : #Meutya Hafid


Kategori Berita Golkar Lainnya