26 Februari 2020

Berita Golkar - I Nyoman Sugawa Korry terpilih sebagai Ketua DDP partai Golkar Provinsi Bali periode 2020-2025 pada Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar di Sanur, Senin (24/2). Tugas pertama setelah dirinya terpilih adalah menyusun struktur kepengurusan DPD Partai Golkar Bali. Tugas itu dilakukannya bersama Tim Formatur.

Sugawa Korry memastikan akan mengedepankan persatuan dalam penyusunan kepengurusannya. Ia tidak ingin ada lagi kubu-kubuan selama Partai Golkar Bali dipimpinnya. Kader partai Golkar Bali yang selama ini terbelah dalam dua kubu, akan diakomodir dalam kabinet Sugawa Korry.

Baca Juga: Sugawa Korry Tak Pernah Bermimpi Bisa Jadi Ketua Golkar Bali

Ia juga akan merangkul kader senior untuk bersama-sama membesarkan Partai Golkar. “Yang menentukan (susunan pengurus) itu nanti formatur. Saya bersama formatur sudah tentu sesuai dengan komitmen saya mengedepankan kebersamaan, persatuan dan kesatuan. Saya akan berusaha maksimal merangkul termasuk para senior untuk bersama-sama membangun partai ini,” tegas Sugawa Korry.

Untuk diketahui, saat Demer menjabat sebagai Plt. Ketua DPD Golkar Provinsi Bali menggantikan I Ketut Sudikerta yang dicopot oleh DPP Golkar, Sugawa Korry menjabat sebagai Sekretaris. Saat gejolak internal Golkar muncul pasca-penunjukkan Demer sebagai Plt.

Ketua Golkar Bali, Sugawa Korry dianggap berada dalam gerbong Demer. Loyalis Sudikerta maupun lima Ketua DPD II yang dilengserkan, berada di kubu sebelah, disebut-sebut sebagai musuh politik Demer Cs di internal Golkar selama hampir dua tahun terakhir.

Baca Juga: Tak Ada Niat Politis, Ini Alasan Judistira Hermawan Ungkap Fraksi Golkar Dukung Pansus Banjir

Sugawa Korry mengatakan, semangat persatuan itu yang menjadi spiritnya dalam memimpin Golkar Bali. Menurut dia, mengutamakan persatuan Partai sudah disuarakannya sebelum pelaksanaan Musda. Ia tidak ingin bertarung dengan kandidat lain di Musda karena berpotensi menimbulkan perpecahan.

Ia pada akhirnya bersedia jadi Ketua karena dipilih secara aklamasi di Musda itu, artinya tak ada kandidat lain yang ingin bersaing merebut kursi Ketua Golkar Bali.

“Dari awal saya katakan, apapun langkah saya, muaranya kedamaian, kesejukan karena partai ini terlalu lama ada dalam suasana perpecahan yang menghabiskan energi, menghabiskan tenaga. Kami sadar betul itu adalah hal yang tidak baik. Saya tidak ingin ada perpecahan,” tegasnya.

Baca Juga: AMPG Minta Arinal Djunaidi Lanjutkan Kepemimpinan di Golkar Lampung

Kendati akan merangkul kader yang selama ini berseberangan, Wakil Ketua DPRD Provinsi Bali ini menggarisbawahi, bahwa siapapun nanti yang bergabung dalam kepengurusannya, termasuk dirinya sendiri, harus taat pada organisasi.

“Sudah tentu dalam konteks ketertiban, ketaatan dalam organisasi. Jadi siapapun yang kita ajak bersama-sama termasuk saya sendiri harus taat kepada organisasi,” tegas Sugawa Korry. {indonesiainside.id}

fokus berita : #Sugawa Korry


Kategori Berita Golkar Lainnya