11 Maret 2020

Gula Pasir Langka, Ince Langke Desak Pemprov Sulsel Gelar Operasi Pasar

Berita Golkar - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Sulawesi selatan mendesak pemerintah provinsi segera melakukan operasi pasar akan kelangkaan gula pasir di sejumlah daerah.
Hal tersebut ditegaskan legislator Partai Gerindra Sulsel, Rusdin Tabi. “Iya sebaiknya pemprov segera menggelar operasi pasar,”ujar Ketua Komisi E DPRD Sulsel ini, Selasa (10/3).

Legislator Partai Golkar Sulsel, Ince Langke IA juga punya harapan yang sama. “Harapan kita, pemerintah segera mengambil langkah-langkah siginifikan, apalagi menjelang bulan ramadan. Harus segera menginspeksi, jangan sampai ada penimbunan, dan perlu dilakukan operasi pasar,”pinta Ince langke yang juga Wakil ketua Komisi E DPRD Sulsel ini.

Baca Juga: Iuran Batal Naik, Puteri Komarudin Minta Pemerintah Evaluasi Strategi Penyehatan BPJS Kesehatan

Seperti diketahui, Harga gula pasir di beberapa pasar dalam Kota Makassar melonjak tajam. Jika sebelumnya per kilo dijual Rp13.000, kini sudah bertengger di angka Rp18.000. Kenaikan ini sangat dirasakan konsumen dan pedagang.

Sejumlah pedagang yang ditemui di Pasar Baru Daya dan Pasar Mandai, Senin (9/3), kenaikan harga gula pasir ini sudah berlangsung beberapa bulan terakhir. Meski begitu, belum ada upaya dari dari pemerintah untuk mengatasinya.

“Beberapa bulan ini harga gula pasir sudah melambung dan tidak terkendali. Hari ini (kemarin) harga gula di sini Rp18.000 per kilonya. Sebelumnya hanya dijual Rp13.000 per kilo,” ungkap Edy (42), salah seorang pemilik toko barang campuran di Pasar Daya.

Baca Juga: Mukhtarudin Dukung Upaya Kemenperin Tingkatkan SDM Pelaku UMKM Di Kalteng

Ia menambahkan, beberapa pedagang di pasar mengatakan harga gula pasir naik karena produksi yang sangat minim. Padahal banyak konsumen yang membutuhkannya sebagai kebutuhan penting dan mesti harus tersedia di rumah.

“Saya keberatan dengan kenaikan harga gula pasir saat ini. Dulunya dengan uang Rp20 ribu saya masih bisa membeli gula pasir, teh dan kebutuhan pokok lainnya. Sekarang, uang Rp20 ribu hanya bisa membeli gula pasir dan membayar uang parkir,” cetus Erni, pembeli di Pasar Baru Daya kepada BKM.

Erna, warga Perumahan Mangga Tiga juga mengeluhkan kenaikan harga gula pasir yang melabung tinggi. “Bagi ibu rumah tangga yang ekonominya stabil, saya rasa tidak terlalu jadi masalah. Tapi kalau seperti masyarakat miskin itu pasti memberatkan. Apalagi gula pasir menjadi kebutuhan masyarakat setiap harinya,” ujar Erna.

Baca Juga: Sama Berbahaya Dengan Corona, Melki Laka Lena Minta Pemerintah Pusat Juga Peduli DBD dan TBC

Tidak hanya pembeli, pedagang bahan campuran seperti Ambeng (40) di Pasar Daya, juga mengeluhkan kenaikan harga gula pasir. Menurutnya, biasanya stok gula pasir di tokonya cukup banyak, namun kini mulai berkurang. Pembeli juga mengeluh dan mempertanyakan kenaikan harga gula pasir tersebut.

“Pembeli banyak mengeluh. Meskipun naiknya sekitar Rp5 ribu, tapi uang segitu sangat berharga. Apalagi bagi ibu-ibu rumah tangga,” kata Ambeng sambil melayani pembeli di lapak jualannya.
Olehnya itu, ia berharap pemerintah mengambil tindakan tegas dalam menangani kenaikan harga gula pasir di pasaran ini.

Karena jika dibiarkan, konsumen dengan ekonomi pas-pasan bisa sangat tersiksa. Bukan hanya di Pasar Daya, kondisi yang sama juga terjadi di di Pasar Pa’baeng Baeng dan Pasar Pannampu. Termasuk di pasar modern.

Baca Juga: Bamsoet Tagih Komitmen Pemerintah Putus Mata Rantai Penyebaran Virus Corona di Indonesia

”Untuk stok gula di Benteng Mart masih ada, tetapi terbatas. Artinya memang ada pada saat dikirim suplayer, tapi jumlahnya tidak sesuai dengan yang kami order,” jelas Yudi, salah satu karyawan Benteng Mart yang berada di Jalan Galangan Kapal Ujung Tanah, kemarin.

Karena sulitnya memenuhi stok gula tersebut, pihak Benteng Mart akhirnya memberlakukan pembatasan bagi konsumen yang ingin membeli gula di supermarket tersebut. Yakni dua kilogram per orang per harinya dengan harga Rp12.500. “Itu kita lakukan supaya semua konsumen bisa mendapatkan gula,” tambahnya.

Anggota DPRD Kota Makassar mengimbau Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) untuk turun menindaklanjuti kenaikan harga gula pasir, sekaligus berkoordinasi dengan PD Pasar.

Baca Juga: Ace Hasan Ingin Tiap Daerah Miliki Rumah Sakit Dengan Fasilitas Standar Internasional Terkait Corona

Anggota Komisi B M Yunus mengatakan, kenaikan harga bahan pokok, khusus gula pasir memang terpantau terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Olehnya itu, perlu dilakukan koordinasi dengan Disdag.

“Disdag harus turun untuk memastikannya. Coba komunikasikan itu dengan PD Pasar. Mereka perlu pengawasan untuk mencegah adanya spekulan yang bermain. Termasuk menindak tegas jika ada yang terbukti melakukan penimbunan,” ujarnya di gedung DPRD Makassar. {beritakotamakassar.fajar.co.id}

fokus berita : #Ince Langke