22 September 2017

Nusron Wahid Intip Peluang 4 Bidang Untuk Tenaga Kerja di Australia

Berita Golkar - Mengantisipasi kemungkinan tercapainya kesepakatan dagang antara Indonesia dan Australia dalam perjanjian yang dikenal dengan nama IA-CEPA, pihak Indonesia sekarang sedang mengintip pasar tenaga kerja bidang apa saja yang bisa dimasuki oleh pekerjanya.

Namung bidang apapun yang tersedia, faktor kemampuan berbahasa Inggris menjadi salah satu kendala besar yang harus diperbaiki.

Hal tersebut mencuat dalam pertemuan antara Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Nusron Wahid dengan sejumlah masyarakat Indonesia di Gedung KJRI Melbourne hari Kamis (21/9/2017) malam.

Nusron mengatakan bahwa kedatangannya ke Australia selama beberapa hari adalah berbincang dan mencari masukan dari berbagai kalangan mengenai upaya meningkatkan kehadiran pekerja asal Indonesia di Australia di masa mendatang.

"Dalam rangka pembicaraan kesepakatan IA-CEPA, kita harus mengantisipasi apa yang bisa kita lakukan dari sisi Indonesia untuk mengisi kesepakatan tersebut. Di bidang saya adalah mengetahui dengan pasti kebutuhan apa saja yang ada di Australia yang bisa diisi oleh pekerja asal Indonesia," kata Nusron dalam acara yang dihadiri wartawan ABC Sastra Wijaya.

Menurut Nurson, sejauh ini ada empat bidang yang dilihatnya potential untuk tenaga kerja asal Indonesia.

Menurutnya dalam berbagai bidang ini masih ada rincian lagi misalnya seperti di bidang keperawatan, yang masih terbagi dalam berbagai tingkatan, yang tidak semuanya bisa dimasuki oleh pekerja asal Indonesia.

"Di tingkat pertama, dimana perawat harus bisa melakukan penyuntikan dan pembagian obat, mungkin sulit bagi perawat kita memenuhi standar di Australia. Namun di tingkat kedua seperti melakukan tugas membantu orang tua dan anak-anak, hal tersebut bisa dilakukan," kata politisi asal Golkar tersebut.

Nusron Wahid mengatakan bahwa sekarang pasar tenaga kerja di Australia menjadi salah satu perhatian, selain karena antisipasi perjanjian IA-CEPA, juga untuk memperluas pasar yang sudah dijangkau oleh pekerja Indonesia selama ini. [tribunnews]

fokus berita :