15 Maret 2020

Endang Maria Astuti Tegaskan SDM Indonesia Unggul Dimulai Dari Tatanan Keluarga

Berita Golkar - Anggota Komisi VIII DPR RI, Endang Maria Astuti menegaskan Rancangan Undang-Undang (RUU) Ketahanan Keluarga sangat penting untuk segera diterapkan di tanah air.

RUU ini kata Endang juga sudah sesuai visi dan misi dalam Pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Ma'ruf Amin yang ingin menjadikan sumber daya manusia (SDM) unggul dan merevolusi mental untuk perubahan ke arah yang lebih baik.

Politisi perempuan Beringin ini menegaskan, Sumber Daya Manusia Indonesia dapat unggul sejatinya dimulai dari tatanan keluarga.

Baca Juga: Pilkada Minsel 2020, Golkar Bakal Duetkan Michaela Paruntu dan Ventje Tuela?

"Orang tua berkewajiban membimbing anak-anaknya melalui sikap dan perbuatan sehari-hari yang pantas dan patut untuk diteladani. Orang tua harus mampu mendidik anaknya berprilaku santun, menghormati dan menghargai usia yang lebih tua. Mencintai dan saling menghargai teman sebaya serta menyayangi dan melindungi kepada mereka yang lebih muda.

Legislator Senayan asal Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah IV (Wonogiri, Karanganyar dan Sragen) itu berujar, jika didapati kasus ayah yang memperkosa anaknya sampai bertahun-tahun dan ironisnya ibunya tidak mengetahuinya. Lalu muncul kasus kakak yang memperkosa adik kandungnya sendiri atau kita dengar seks bebas sudah menjadi ancaman usia remaja yang serta penyalahgunaan narkoba.

"Kalau ini sudah menjadi ancaman dan momok keluarga Indonesia lalu bagaimana negara bisa mencetak SDM yang unggul. Ini tentu semua yang terkait side effect problem keluarga harus diatur dalam UU Ketahanan Keluarga," ucap Endang Maria Astuti di sela-sela silaturahmi dan serap aspirasi dalam reses DPR di Wonogiri, Sabtu (14/3/2020).

Baca Juga: Survei Polmark: Daniel Mutaqien Paling Unggul Diantara Balon Bupati Indramayu Dari Golkar Lainnya

Aktivis perempuan dan anak-anak ini mengaku concern terhadap masa depan keluarga Indonesia sehingga dia tidak bisa bergeming jika menimpa kasus-kasus anggota keluarga Indonesia akibat benteng keluarga rapuh.

"Bagaimana keluarga bisa bahagia dan sejahtera jika ditemukan para remaja hamil di luar nikah. Remaja yang seharusnya memiliki hak bermain tetapi harus tercerabut mengurus keluarga karena pengawasan dan bimbingan keluarga yang tidak didapatkannya."

"Sementara mereka belum mengetahui bagaimana cara mengurus anak serta bagaimana caranya membina keluarga yang sakinah, mawadah dan warohmah. Tak lain adalah keluarga bahagia lahir dan batin. Sesungguhnya mereka belum mengerti tapi sudah jadi korban," jelas Srikandi Beringin yang mengawali karir politik mulai dari Anggota DPRD Jateng ini.

Baca Juga: Hadapi Penyebaran Virus Corona, Aburizal Bakrie Minta Masyarakat Tenang, Waspada dan Kompak

Hal-hal seperti ini, kata Endang yang semestinya harus dicegah dan diantisipasi sejak awal. Endang mengkritisi dirkursus dalam RUU ini yang justru lebih memperbanyak lapas ketimbang berupaya melakukan pencegahan melalui keluarga.

"Ketika ketahanan keluarga kuat, baik orangtua serta anggota keluarga lainnya mampu mendidik anak-anakya maka tidak akan ada lagi kasus anak memakai narkoba, tawuran pelajar, anak hamil di luar nikah, dan kejahatan seksual,"ungkap Alumni Ilmu Pendidikan Agama Islam, Institut Islam, Surakarta dan S2 Ilmu Hukum Universitas Surakarta ini.

Bahkan Endang juga menyebut bisa saja seseorang tidak akan juga melakukan korupsi karena didikan keluarganya sudah baik. {m.suarakarya.id}

fokus berita : #Endang Maria Astuti