16 April 2020

Misbakhun Desak Pemerintah Gratiskan Listrik Hingga 2300  VA Selama 6 Bulan

Berita Golkar - Anggota Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Mukhamad Misbakhun menegaskan pemerintah harus mampu melakukan bailout semua Kebutuhan Dasar rakyat miskin. Hal itu agar masyarakat lingkaran pertama yang rentan terpapar wabah COVID-19 dapat tetap memenuhi kebutuhannya sehari-hari.

"Orang (lingkaran) pertama yang terpapar dari social dan physical distancing ini adalah mereka pekerja harian. Yang upahnya hari ini buat hidupnya hari ini. Ini yang penting dilakukan. Supaya negara hadir untuk rakyat," jelasnya, Rabu (15/4/2020) malam.

Baca Juga: Ace Hasan Wanti-Wanti Pemerintah Putuskan Nasib Haji 2020 Pertengahan Ramadhan

Politisi partai Golkar tersebut menyarankan, contoh kecil bail out berupa pemberian listrik gratis bagi para pelanggan 2.300 VA. "Misalnya contoh kecil, listrik gratiskan hingga 2.300 VA selama 6 bulan kalau perlu. Karena dengan itu uang yang tadinya mereka pakai untuk bayar listrik paling tidak bisa dipakai untuk beli makanan," imbuhnya.

Misbakhun menyatakan kebijakan pemerintah yang telah memberikan keringanan berupa token listrik gratis untuk pelanggan 450 VA dan diskon 50 persen untuk pelanggan 900 VA belum cukup. Sebab, menurutnya masing-masing kelompok masyarakat memiliki benturan krisis yang berbeda-beda akibat wabah virus asal Wuhan, China itu.

"(Kelompok) pertama kita kasih pelampung, kelompok kedua ketiga keempat juga kita kasih pelampung. Karena beda benturan krisisnya diantara kelompok-kelompok masyarakat ini," urainya.

Baca Juga: Ini Cara Golkar Banten Cegah Corona, Mulai Bagikan APD Hingga Lakukan Disinfeksi

Selain pembebasan Tarif Listrik, Misbakhun juga mengusulkan relaksasi dana desa sebesar 70 persen dipakai untuk membuat bantalan sosial atau jaring pengaman sosial (social savety net) di pedesaan atau di kelurahan.

"Bikin bank pangan atau membentuk semacam dapur umum guna mengatasi ini (dampak COVID-19). Lah hal itu harus dilakukan oleh pemerintah. Karena berdasarkan semua literatur yang saya baca karena semua orang mengatakan (krisis) ini lebih besar dari krisis apapun yang telah terjadi," pungkasnya. {akurat.co}

fokus berita : #Misbakhun