23 April 2020

Berita Golkar - Situasi pandemi Corona (Covid-19) perlahan membiasakan alih cara semua kegiatan menjadi virtual. Berbagai kegiatan masyarakat dan pemerintahan yang semula secara luring atau offline, kini beralih menjadi daring (online). Salah satunya yang dilakukan oleh Anggota Komisi VII DPR RI Dyah Roro Esti Widya Putri, baru-baru ini.

Politisi dari Fraksi Partai Golkar ini menggelar kelas virtual yang dikemas dalam bentuk diskusi yang diikuti oleh akademisi, politisi, dan berbagai elemen masyarakat lainnya. Untuk kali ini diskusi mengambil tema “Peran DPR RI dalam Stimulus Ekonomi dan Energi di tengan Covid-19”.

“Sebenarnya, diskusi atau kelas virtual ini merupakan inisiasi dari rekan kami, Rifqinizamy Karsayuda, Anggota Komisi V dari Fraksi PDI Perjuangan. Saya diajak tampil sebagai pembicara karena sesuai dengan tupoksi dan bidang saya di Komisi VII DPR RI yang membidangi sektor energi,” jelas Esti, baru-baru ini.

Baca Juga: 568 Hoaks Beredar, Bamsoet Minta Polri dan Kemenkominfo Tingkatkan Patroli Cyber

Meski demikian, pihaknya mengapresiasi acara tersebut. Pasalnya dalam kondisi saat ini penyesuaian keadaan harus dilakukan. Demi tetap berjalannya semua kegiatan dan tercapainya tujuan baik dari perihal pekerjaan, hingga Pendidikan.

Bahkan dalam kesempatan tersebut ia juga menyerap aspirasi seluruh masyarakat dengan lebih komprehensif, yang kemudian dijadikan catatan untuk disampaikan pada rapat-rapat di DPR RI.

Selain itu, ia menilai bahwa Kelas Virtual Parlemen ini merupakan agenda yang sangat bagus dan kreatif untuk tetap menjaga keterhubungan wakil rakyat dengan seluruh masyarakat Indonesia, serta menjaga transparansi DPR RI.

Baca Juga: Kartini Masa Kini Di Tengah Pandemi

Dalam diskusi tersebut, ia memaparkan perkembangan dan gagasan kebijakan Indonesia di tengah maraknya kasus Covid-19 di seluruh dunia. Termasuk salah satunya menjelaskan tentang paket stimulus yang sudah dikeluarkan oleh pemerintah, seperti paket PLN dari Jaring Pengaman Sosial sebesar Rp 110 triliun.

Dimana paket tersebut membebaskan 24 juta pelanggan listrik yang 450 VA, dan diskon 50 persen untuk 7 juta pelanggan listrik 900 VA di Indonesia.

Tidak hanya itu, politisi asal daerah pemilihan Jawa Timur X ini juga memaparkan hasil rapatnya dengan Menristek/BRIN dan LPNK, dimana saat ini alat pendukung rapid test virus Covid-19 sudah siap diproduksi masal. Progressnya saat ini pada tahap pengujian standar oleh pihak-pihak terkait, dan memperjelas pemetaan market dari produk alat rapid test ini.

Baca Juga: Ace Hasan Nilai Program Kartu Prakerja Justru Relevan Di Tengah Pandemi COVID-19

"Perlu deteksi dini, terutama untuk kalangan muda yang mungkin terpapar virus corona tanpa menunjukkan gejala yang signifikan bahkan cenderung terlihat sehat. Terus terang, saya cukup resah karena belum masiv-nya rapid test ini di seluruh Indonesia. Sehingga data kasus yang ada saat ini belum sepenuhnya mewakili data seluruh masyarakat di Indonesia,” ungkap Anggota BKSAP DPR RI itu.

Meski demikian, tambahnya, langkah Pemerintah saat ini tetaplah perlu di apresiasi dan didukung oleh seluruh masyarakat. Sebab saat ini Pemerintah pun tengah bekerja keras menemukan solusi terbaik untuk lekas keluar dari kemelut pandemic Covid-19 ini.

Maka dinamika kebijakan yang cepat dan cenderung berubah-rubah saat ini merupakan hal yang perlu dimaklumi. Sebab itu termasuk upaya Pemerintah dalam menemukan pola yang efektif dan effisien untuk Indonesia. {www.dpr.go.id}

fokus berita : #Dyah Roro Esti


Kategori Berita Golkar Lainnya