27 April 2020

Ade Puspitasari Harap UKM Tetap Mampu Jadi Garda Terdepan Ekonomi Saat Pandemi Corona

Berita Golkar - Pandemi Corona terus melumpukan sektor ekonomi. Sektor mikro, kecil dan menengah (UMKM) juga mengalami tekanan yang sangat dalam saat ini. Jika pada krisis 1998, UKM justru menjadi garda terdepan kelangsungan ekonomi negara, kini seperti menjadi ‘pasien’ yang justru butuh penyelamatan.

Ade Puspitasari mengatakan, paling penting saat ini sebenarnya yang harus kita jawab adalah problem utamanya, yaitu Covid-19. Mengatasi Covid-19 terlebih dulu harus benar-benar menjadi prioritas sehingga tidak terus berdampak buruh bagi UMKM.

"Semua pihak harus benar-benar disiplin dan tidak menganggap remeh Covid-19 agar Indonesia bisa segera mengakhiri pandemi ini," tegas Ade.

Baca Juga: GEMA Ormas MKGR Bagikan Biskuit Untuk Balita dan Ibu Hamil di Kota Bekasi

Pemerintah memang sudah mengucurkan berbagai stimulus dan bansos pada pelaku UKM dan pekerjanya. Tapi, itu tidak bermakna apa pun jika Covid-19 tidak benar-benar selesai.

"Pelaku UMKM juga mendapat prioritas ke berbagai program bantuan sosial seperti bantuan tunai, kartu sembako dan juga tidak menutup kemungkinan Kartu Prakerja. Tapi sekali lagi, itu tidak akan mendorong menjadi UKM lebih besar jika Covid-19 tidak selesai," jelas anggota DPRD dari Partai Golkar ini.

Disebutkan Ade, melalui Kepwal Nomor. 360/Kep.161-BPKAD/III/2020, walikota telah mengeluarkan persetujuan anggaran belanja tidak terduga tahap kedua (BTT-2) sebesar Rp. 102.742.141.600 untuk Kesiapsiagaan Pengawasan dan Pemantauan Infeksi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

 

Baca Juga: Ace Hasan Nilai Larangan Mudik Oleh Pemerintah Harus Diikuti Ketegasan Aparat Di Lapangan

Nah, sebesar Rp5,7M di antaranya dialokasikan untuk penanganan dampak ekonomi terutama menjaga agar dunia usaha (UMKM) daerah masing-masing tetap hidup yang dikelola oleh Dinas Koperasi dan UKM.

Ade juga mendapatkan informasi jika UMKM di Kota Bekasi sudah bisa menyesuaikan usahanya dengan kebutuhan pasar. Misalnya, UMKM fashion yang kini banyak beralih untuk pembuatan masker atau hazmat. Kemudian UMKM makanan dan minuman lebih banyak produksi makanan atau minuman sehat seperti jamu, empon empon, dan suplemen.

Empon-empon adalah rimpang yang digunakan sebagai ramuan tradisional antara lain temulawak, jahe, lengkuas, kencur, kunyit, dan adas.

Baca Juga: Idris Laena Dukung Imbauan BPIP Untuk Tanam Pangan dan Perpres Penyederhanaan Impor

‘’Tapi juga harus kami akui, suplai bahan minuman juga terkendala pada jalur distribusi di hulu. Kita tahu kalau Kota Bekasi tidak memiliki lahan pertanian luas sehingga harus mendapat kiriman dari luar kota atau pulau. Meski permintaaan minuman kesehan tinggi, tapi distribusi terkendala. Ini pun harus dipecahkan,’’ jelas Ade.

Jika UMKM, kata Ade, jika UMKM tetap ingin menjadi garda terdepan ekonomi maka harus mengubah mindset, memiliki pola bisnis seperti halnya korporasi besar, dengan memikirkan manajemen, produknya, packagingnya, distribusi dan pemasarannya. {bekasi.pojoksatu.id}

fokus berita : #Ade Puspitasari