01 Mei 2020

Hindari PHK Massal, Mukhtarudin Minta Himbara Segera Turunkan Suku Bunga Kredit Perbankan

Berita Golkar - Anggota Komisi VI DPR Mukhtarudin mendesak Himpunan Bank-Bank Milik Negara (Himbara) segera menurunkan suku bunga kredit perbankan yang saat ini hampir 10%.

Hal ini karena dampak wabah Corona (Covid-19) sangat memberatkan dan membuat kinerja perusahaan menjadi terseok-seok. “Saat ini Himbara mematok bunga di 9,95 %, ini masih sangat tinggi dan dengan kondisi sekarang sangat memberatkan pengusaha,” katanya di Jakarta, Sabtu (2/5/2020).

Padahal Bank Indonesia (BI), kata anggota Fraksi Partai Golkar, telah menetapkan suku bunga pinjaman hanya 4,5 %. Oleh karena itu, agar Himbara segera melakukan penyesuaian untuk melakukan penurunan bunga kredit.

Baca Juga: Pandemi COVID-19, Dedi Mulyadi Desak Kementan Beri Stimulus Pada Para Buruh Tani

Lebih jauh Mukhtarudin, Himbara melakukan langkah-langkah percepatan realisasi relaksasi kredit dengan mengoptimalkan koordinasi antara lembaga. Baik dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), BI, Kementrian BUMN, Kementrian Koperasi dan pihak lain yang terkait. “Masalahnya, semua sektor dan segmen usaha terkena dampak dari covid 19 ini,” terangnya lagi.

Oleh karena itu, lanjut Legislator asal Kalimantan Tengah, maka kebijakan relaksasi kredit tidak hanya sebatas pengusaha kecil/UKM dan pengusaha kelas menengah. “Tapi juga perusahaan-perusahaan swasta besar nasional perlu mendapatkan relaksasi kredit,” ungkapnya.

Pelaku usaha yang banyak menyerap tenaga kerja tentu membutuhkan bantuan pemerintah. Langkah ini agar bisa mencegah terjadinya PHK massal. “Sebenarnya justru perusahaan besar itu, dampaknya lebih besar,” imbuh Ketua DPP Partai Golkar.

Baca Juga: Dito Ganinduto Optimis Pemerintah RI Mampu Capai Target Pembangunan Di Tengah Pandemi

Berdasarkan catatan resmi Kemenaker, total jumlah perusahaan yang merumahkan pekerja dan PHK sebanyak 74.430 perusahaan dengan jumlah pekerja/buruh/tenaga kerja sebanyak 1.200.031 orang.

Sementara data terbaru nasional hingga Kamis, 16 April 2020, pekerja terdampak corona di sektor formal yang di-PHK ada 229.789 orang. Sementara itu yang dirumahkan ada 1.270.367 orang. Sehingga total pekerja terdampak di sektor formal ada 1.500.156 orang di 83.546 perusahaan.

Selain itu, sektor informal juga terdampak. Sebanyak 443.760 orang dari 30.794 perusahaan di-PHK. Total yang terdampak 1,9 juta orang, baik yang di-PHK dan dirumahkan. {www.suarainvestor.com}

fokus berita : #Mukhtarudin